Realisasi Penyerapan Gabah dan Beras Baru 13,7%
Selasa, 21 Feb 2006 21:37 WIB
Jakarta - Penyerapan gabah dan beras petani oleh pemerintah untuk Januari-Februari 2006 baru 13,7% atau baru terealisasi sebanyak 24.950 ton. Sedangkan target sebanyak 182.323 ton setara beras. Tidak tercapainya target penyerapan beras dan gabah di petani tersebut dikarenakan masih tingginya harga di tingkat petani dan tempat-tempat penggilingan. Demikian disampaikan oleh Menteri Pertanian Anton Apriantono kepada pers seusai rapat koordinasi soal perberasan di Departemen Keuangan, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2006). Diakui Anton, harga gabah dan beras di petani dan tempat penggilingan memang masih tinggi, namun untuk beberapa tempat harganya masih sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP). Berdasarkan data dari BPS, 1 Pebruari hingga 20 Pebruari 2006 untuk harga gabah kering panen di tingkat petani rata-rata sebesar Rp 2063,95 per kg dan untuk harga di tingkat penggilingan sebesar Rp 2111,73 per kg, yang berarti masih lebih tinggi dari HPP yang sebesar Rp 1730 per kg-nya. "Ini data dari BPS, memang masih tinggi untuk gabah, tapi untuk di lokal sudah ada yang di bawah HPP," ungkap Anton. Sementara itu untuk produksi beras, dijelaskan Anton memang ada penurunan produktivitas dikarenakan masih banyaknya petani yang tidak menggunakan bibit atau benih yang tidak bersertifikat. "Bibit atau benih yang rata-rata 32% itu yang bersertifikat. Jadi artinya yang digunakan petani itu kurang terjamin mutunya," ujar Anton.
(ary/)











































