Buntut Penyerangan Warga
Freeport Stop Produksi Sementara
Rabu, 22 Feb 2006 12:24 WIB
Jakarta - Akibat blokade yang dilakukan warga setempat, PT Freeport Indonesia (PT FI) akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara produksinya terhitung mulai Rabu, 22 Februari ini."Untuk sementara, karena diblokade kegiatan di tambang dan pabrik pengolahan bijih dihentikan sementara. langkah itu sebagai tindak pencegahan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Corporate Communication Manager PT FI, Mindo Pangaribuan kepada detikcom, Rabu (22/2/2006).Mindo mengaku belum tahu sampai kapan perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia itu akan kembali beroperasi. Penanganan blokade warga itu, lanjut Mindo, diserahkan kepada aparat yang berwenang.Blokade itu bermula saat Selasa, 21 Februari terjadi insiden di dekat tambang Grasberg milik PT FI. Insiden itu melibatkan polisi dan petugas keamanan PT FI dengan pendulang ilegal. Polisi ketika itu meminta agar para pendulang ilegal meninggalkan lokasi."Tapi pendulang itu menyerang petugas keamanan dan menciderai tiga karyawan PT FI dan satu polisi," ujar Mindo.Polisi pun mencoba mengendalikan situasi setelah insiden itu. Namun saat pengendalian situasi itu, kata Mindo, 2 orang pendulang ilegal cidera. Dan kini seluruh pihak yang cidera sudah dirawat di RS Freeport.Dan setelah insiden itu, para pendulang ilegal pun memblokade jalan yang menuju ke tambang dan pabrik milik PT FI. Blokade itu memaksa PT FI menghentikan sementara produksinya. Komposisi kepemilikan PT FI adalah 81,28 persen milik Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc yang sahamnya tercatat di bursa saham New York (NYSE), Pemerintah Indonesia memiliki 9,36 persen dan PT Indocopper Investama (PTII) sebesar 9,36 persen.Penduduk lokal sebenarnya hanya melakukan penambangan di tailing (saluran pembuangan produksi) PT FI yang telah dilakukan sejak tahun 2003. Namun belakangan perusahaan raksasa ini melarang kegiatan tersebut yang memicu kemarahan warga. PT FI terakhir kali menghentikan sementara produksinya pada tahun 2003 saat terjadi longsor yang menewaskan sejumlah pekerjanya.
(qom/)











































