Freeport Tutup Sementara, Harga Emas Dunia Malah Turun
Kamis, 23 Feb 2006 13:39 WIB
Jakarta - Harga emas dan tembaga dunia justru turun kendati tambang emas terbesar dunia, PT Freeport Indonesia berhenti berproduksi sementara akibat blokade warga.Di London Metal Exchange, kontrak tiga bulan untuk tembaga diperdagangkan pada US$ 4.935/ton, atau turun US$ 23. Investor melakukan aksi ambil untung untuk meraih keuntungan setelah kenaikan harga tembaga yang cukup besar dalam beberapa hari terakhir.Aksi ambil untung juga terjadi di Shanghai Futures Exchange, yang merupakan benchmark kontrak tembaga di bulan Mei. Harga tembaga turun 290 yuan menjadi 46.340 yuan/ton."(Harga) tembaga telah ditekan ke level yang tinggi karena aktivitas spekulasi semata, bukan karena ketidakseimbangan suplai dan permintaan. Jadi, kecuali jika protes berlangsung lama, saya kira tidak akan banyak menimbulkan kecemasan," ujar seorang pialang di Shanghai seperti dikutip Dow Jones, Kamis (23/2/2006).Demikian juga harga emas di Asia justru turun US$ 1,8 menjadi US$ 553,95/oz, seiring turunnya harga minyak dunia ke level US$ 61 per barel. Di Tokyo, harga emas turun 8 yen menjadi 2.132 yen/gram.PT Freeport Indonesia (FI) merupakan tambang emas terbesar di dunia dan juga perusahaan tambang tembaga terbesar ketiga di dunia. Sejak beroperasi pada tahun 1988, PT FI telah memroduksi 16,1 miliar pound tembaga dan 23,3 juta ons emas. PT FI diperkirakan memiliki cadangan hingga 40 miliar pound tembaga dan 46 juta ons emas.Pada kuartal IV-2005, PT FI memroduksi 212.000 metrik ton tembaga dan 1,1 juta ons emas. PT FI berhenti berproduksi sejak Rabu kemarin 22 Februari. Penghentian sementara itu mengganggu produksi sebanyak 1.800 ton tembaga dan 9.000 ons emas per harinya. PT FI sendiri sejauh ini masih menghitung total kerugian akibat suspensi produksinya itu.
(qom/)











































