Pemerintah Belum Hitung Kerugian dari Penutupan Freeport

Pemerintah Belum Hitung Kerugian dari Penutupan Freeport

- detikFinance
Kamis, 23 Feb 2006 17:08 WIB
Jakarta - Pemerintah mengaku belum menghitung nilai kerugian negara atas tutupnya produksi PT Freeport Indonesia. Setiap tahun pemerintah memperoleh pendapatan US$ 1 miliar dari Freeport dalam bentuk pajak dan nonpajak."Kerugian negara saat ini belum bisa dihitung, tapi kalau mau dihitung-hitung, dari sisi penerimaan negara pajak dan nonpajak kita mendapatkan US$ 1 miliar. Jadi hitung saja kalau dibagi 365 hari, itulah kerugian yang paling bisa dihitung," kata Dirjen Meneral, Batubara dan Panas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Simon F Sembiring.Hal itu diungkapkan Sembiring di sela raker dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/2/2006).Menurut Simon, penutupan Freeport sejak Rabu kemarin karena buntut aksi sweeping terhadap penambang liar. Aksi tersebut dibalas oleh warga dengan memblokir jalan di sekitar unit pengolahan Freeport."Karena jalan diblokir, ya akhirnya tidak bisa beroperasi," katanya.Sementara Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, hingga saat ini belum dapat ditentukan kapan pertambangan Freeport akan dibuka kembali."Kita koordinasi aparat keamanan karena ini menyangkut obyek vital nasional. Saya sudah bicarakan ini dengan Kapolri, Panglima TNI dan Menko Polhukam," katanya.Purnomo menjelaskan, jika kondisi Freeport sudah aman, maka penambangan akan kembali dilakukan. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads