Pengusaha Lampu Minta Pemerintah Awasi Lampu Asal Cina
Jumat, 24 Feb 2006 17:11 WIB
Jakarta -
Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Industri perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) minta pemerintah untuk memberlakukan preshipment inspection (pengecekan di pelabuhan asal barang) terhadap produk lampu impor jadi khususnya dari Cina. Aperlindo mendesak pengwasan itu, karena maraknya praktek-praktek under invoicing (manipulasi dokumen) atas pemasukan barang impor produk jadi. Kondisi ini terkesan dibiarkan karena tidak ada upaya penangkalan dari Ditjen Bea Cukai.Demikian penjelasan Ketua Aperlindo John Manoppo, saat menemui Menteri Perindustrian bersama Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) di Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/4/2006).Aperlindo juga meminta adanya persaingan yang adil seperti adanya standarisasi SNI yang sama antara produk impor dan lokal, yang saat ini hanya wajib diterapkan pada produk lokal. Hal ini karena perlindungan tarif bea masuk yang ada sekarang dianggap belum cukup."Untuk mengatasi penyelundupan, pemerintah harus mencabut ketentuan impor barang pindahan yang dalam prakteknya diselewengkan dan dijadikan kesempatan memasukan barang secara borongan," kata John.Sementara, lanjut John, jika pelaku penyelundupan tertangkap, kebanyakan tidak ada penyelesaian dan efek jera karena importirnya memakai nama fiktif.Menurut John, investasi lampu di Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang cukup besar karena jumlah penduduk yang banyak. Terlihat dari masuknya investasi baru sepanjang tahun 2005-2006 terdapat 4 investor baru yang mulai terjun.Keempat perusahaan itu adalah PT Hikari di Pasuruan Jawa Timur (Jatim) dengan merk dagang Electra yang menanamkan investasi US$ 25 juta. PT Sinko Prima Alloy Surabaya, dengan merk dagang Elitech, Peony, Visa.com yang berinvestasi US$ 2 juta. PT Nikkatsu Electric Works di Bandung dengan merk dagang Sinar Produksi yang berinvestasi US$ 2 juta. Serta PT Tjipto Langgeng Abadi di Sidoarjo Jatim dengan merk dagang Focus yang berinvestasi US$ 2 juta.Sehingga total produksi di tahun 2006 untuk lampu pijar 700 juta unit, neon 232 juta unit dan lampu hemat energi 35 juta unit. Sedangkan impor di tahun 2005 untuk periode Januari-Oktober mencapai 50.842.477 unit dengan nilai US$ 28,345 juta.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































