Traveloka Ekspansi Layanan Fintech ke Thailand dan Vietnam

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 15:41 WIB
Traveloka
Ilustrasi/Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta -

Traveloka berencana melakukan ekspansi ke Thailand dan Vietnam dengan meluncurkan layanan keuangan atau fintech di kedua negara itu. Alasannya karena startup asal Indonesia itu telah melihat rebound yang kuat dalam bisnisnya di kedua negara tersebut setelah sebelumnya babak belur dihajar pandemi COVID-19.

Presiden perusahaan Caesar Indra mengatakan bisnis Traveloka di Vietnam telah melampaui level sebelum COVID-19, bahkan di Thailand, kondisi bisnis mereka hampir kembali ke level normal, dan baru setengah dari level sebelum COVID di Indonesia.

"Yang terburuk telah terjadi dan sekarang kami bersiap dengan baik untuk tahun 2021. Perjalanan domestik mendorong pemulihan tersebut," ujar Caesar dikutip dari Reuters, Kamis (25/2/2021).

"Rencananya adalah berinvestasi di fintech secara besar-besaran untuk memungkinkan lebih banyak konsumen melakukan perjalanan di kawasan ini," kata Indra, seraya menambahkan bahwa bisnis travel telah kembali menguntungkan sejak akhir 2020 lalu.

Adapun layanan fintech yang akan dikembangkan Traveloka di Thailand dan Vietnam adalah layanan sejenis 'PayLater' dengan skema beli sekarang, bayar nanti.

"Kami baru-baru ini membentuk perusahaan patungan dengan salah satu bank terbesar di Thailand untuk berkolaborasi di bidang fintech," kata Indra.

Traveloka juga sedang berbicara dengan calon mitra di Vietnam, tetapi Indra menolak menyebutkan nama pihaknya.

Layanan sejenis sudah diluncurkan lebih dulu di Indonesia sejak dua tahun lalu. Traveloka saat itu menyadari bahwa pelanggan di Indonesia cenderung menunggu hari gajian baru memesan perjalanan. Untuk itu, layanan PayLater diluncurkan di Indonesia. Sejak pertama kali diluncurkan, layanan jni telah memfasilitasi lebih dari 6 juta pinjaman.

Tahun lalu, Traveloka meluncurkan kartu kredit 'PayLater Card' dengan mengandeng sejumlah bank atau pemberi pinjaman di Indonesia. Ia juga menawarkan layanan asuransi dan wealth management. Sebab, menurut Indra, potensi bisnisnya sangat besar di Indonesia, di mana hanya 6% dari 270 juta penduduk yang memiliki kartu kredit.

Selain itu, Indra pun membuka peluang, Traveloka di masa mendatang mungkin saja akan membeli bank di Indonesia, seperti yang dilakukan perusahaan rintisan lainnya, untuk memperluas layanan keuangan mereka.

"Semua opsi ada di meja," kata Indra.

Traveloka yang didukung oleh sovereign wealth fund GIC Singapura dan firma ventura Indonesia East Ventures, telah mengembangkan layanan gaya hidup lokalnya di Indonesia, di mana ia menawarkan voucher restoran dan layanan pesan-antar makanan, serta test COVID-19 yang populer. Indra mengklaim, Traveloka sebagai perusahaan aplikasi review restoran terbesar di Indonesia.

Saksikan juga 'BNI Modalkan Rp 6 Triliun Buat Traveloka Lebarkan Layanan PayLater':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)