3 Fakta Investasi Jabon Bodong yang Bikin Rugi Ratusan Miliar

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 18:00 WIB
Korban Investasi Jabon Bodong ke Mabes Polri
Foto: Korban Investasi Jabon Bodong ke Mabes Polri (Anisa Indraini/detikcom)
Jakarta -

Investor dari bisnis investasi pohon jati kebon (jabon) bodong mungkin tak pernah menyangka akan menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh PT Global Media Nusantara (GMN). Tak tanggung-tanggung, korbannya mencapai 124 ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Secara nasional ya bisa jadi karena setiap daerah ada. Saya mewakili 14 orang dari 124 ribu orang seluruh Indonesia untuk melaporkan. Itu seluruh daerah dari Kalimantan, Sulawesi, bahkan TKW," kata Kuasa Hukum Korban Investasi Jabon, Mursalihin Ode Madi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021).

Belum diketahui pasti berapa total kerugian yang ditanggung para korban investasi jabon. Hanya saja perusahaan mengklaim sepihak bahwa dana yang dikelolanya itu Rp 378 miliar, sedangkan para korban yakin jumlahnya lebih dari itu.

"Kerugian yang dilaporkan perusahaan sendiri Rp 378 miliar. Tapi dari korban sendiri bisa lebih dari itu total kerugiannya karena mereka nggak mau diaudit," tuturnya.

Berikut 3 fakta investasi jabon bodong:

1. Pakai Skema Ponzi

Salah satu korban asal Bandung, Achmad mengatakan investasi jabon bodong ini menggunakan skema ponzi berkedok multi-level marketing (MLM). Para investor dituntut untuk mencari investor baru dengan keuntungan mendapat penghargaan.

"Iya skema MLM. Jadi ini harus cari (investor baru). Semua di sini punya member, nanti mendapat prestasi dari mencari investor," kata Achmad kepada detikcom.

Selain itu, banyak paket-paket menarik yang ditawarkan investasi jabon ini. Misalnya memborong 1 hektare (Ha) tanah sekaligus dengan harga Rp 242.500.000 dijanjikan akan ditanami 765 pohon ditambah dapat hadiah jalan-jalan ke luar negeri.

"Kita dituntut 'ayo bantu mitra kita supaya bisa panen, sukseskan hilirnya kamu beli ya'. Ngadain promo-promo sampai ke luar negeri buat orang-orang yang beli paket. Padahal mereka ke luar negeri itu secara tidak sadar pakai uangnya sendiri," ucapnya.

Tonton juga Video: Saran Perencana Keuangan Aidil Akbar Jika Rugi Investasi Saham

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2