Lima Syarat Operator Blok Cepu
Sabtu, 25 Feb 2006 15:49 WIB
Jakarta - Meneg BUMN Sugiharto yang akan menjadi salah satu tokoh penting penentu operator Blok Cepu menetapkan lima syarat untuk menjadi operator Blok Cepu. Jadi, Pertamina atau pun ExxonMobil no problem, asalkan memenuhi lima syarat itu.Kelima syarat bagi operator joint operation (JO) itu adalah: Pertama, kemampuan men-deliver produksi sesuai target waktu yang lebih cepat. Kedua, bagaimana sistem logistik support dan maintenance yang nanti akan disediakan oleh operator. Ketiga, kesiapan financing. Keempat, kemampuan teknologi. Kelima, pengalaman si operator dalam melakukan eksplorasi di daerah lain. "Dalam beberapa hari ke depan, saya akan mengambil beberapa keputusan penting. Makin lama ditunda, yang dirugikan adalah negara, makin stres APBN kita," tegas Sugiharto yang ditemui di Hotel Gran Melia, Jakarta, Sabtu (25/2/2006).Sugiharto menegaskan bahwa sebenarnya masalah besar yakni mengenai production sharing contract (PSC) sudah berhasil diselesaikan. Dengan mengacu UU pasal 33, 80 persen minyak yang keluar dari bumi Indonesia adalah milik negara. Dan saat ini yang tinggal diputuskan adalah mengenai bentuk JO yang tengah dinegosiasikan oleh Pertamina dan ExxonMobil. "Tapi bagaimana perjanjian JO diawaki oleh Pertamina atau Exxon, itu adalah hal mikro saja yang bisa kita selesaikan. Persoalan besarnya itu sudah selesai, kita membentuk PSC," katanya. Operator tersebut juga diharapkan segera menyerahkan plan of development (POD) yang selanjutnya akan diperiksa dan diteliti oleh BP Migas. "Siapa pun operatornya, mereka harus memiliki POD yang sudah disetujui oleh BP Migas. Yang sudah memiliki POD yang sudah disetujui, mereka harus membuat program kerja dan budgeting yang jelas," tambahnya.Sugiharto juga menekankan bahwa nantinya, operator Blok Cepu akan diawasi secara tujuh lapis melalui mekanisme check and balance. Beberapa instansi yang akan memeriksa operator itu adalah BPK, BPKP, akuntan publik."Ada tujuh lapis check and balance process siapa pun operatornya. Jadi tidak perlu lagi overprice dan overestimate dll. Nanti check and balance yang akan dilakukan," kata dia.
(qom/)











































