Asian Aerospace Berhasil Bukukan Transaksi US$ 15 Miliar
Sabtu, 25 Feb 2006 16:19 WIB
Jakarta - Pameran dirgantara terbesar di Asia, Asian Aerospace berhasil membukukan transaksi hingga US$ 15,2 miliar pada pekan ini. Transaksi itu berarti hampir empat kali lipat yang diraih dalam Asian Aerospace tahun 2004 yang membukukan US$ 3,52 miliar. Lonjakan transaksi terjadi seiring membanjirnya pesanan pesawat untuk memenuhi permintaan. Transaksi yang dicatatkan tersebut meliputi pesanan untuk pesawat, helikopter, mesin pesawaat, simulator, pemeliharaan, perbaikan dan pemeriksaan. "Kita sangat senang pada level bisnis yang diumumkan pada Asian Aerospace, dan total US$ 15,2 miliar adalah angka yang di luar ekspektasi optimistis kita," ujar Presiden Asian Aerospace 2006, Ed Ng seperti dilansir AFP, Sabtu (25/2/2006).Beberapa transaksi besar yang berhasil dicatat dalam Asian Aerospace antara lain Indian Airlines yang memesan 43 Airbus jenis A320 dan A319 senilai US$ 2,5 miliar. Sementara maskapai India lainnya, GO juga memborong 10 Airbus A320 dengan nilai sekitar US$ 640 juta. Maskapai India lainnya, SpiceJet memilih Boeing jenis B737. Sebanyak 10 pesawat jenis tersebut dipesan maskapai ini dengan nilai US$ 700 juta.Maskapai dari Indonesia, Adam Air juga memesan 30 pesawat Airbus jenis A320 yang harganya US$ 70 juta per pesawat.Pameran dirgantara megah yang digelar di Singapura ini masih terbuka untuk umum hingga akhir pekan ini. Sementara untuk transaksi bisnis berlangsung sejak 21-24 Februari saja. Pameran ini diikuti 940 peserta, dan 153 delegasi dari 43 negara. Reed Exhibitons yang merupakan event organisers Asian Aerspace selanjutnya akan digelar di Hong Kong pada tahun 2007 menyusul tidak tercapainya kesepakatan dengan pemerintah Singapura soal term-term pembangunan tempat baru pameran ini. Singapura sendiri rencananya akan menggelar pameran dirgantara miliknya sendiri pada tahun 2008.
(qom/)











































