Masuk Akal! Ini Alasan Sri Mulyani Minta Kita Beli Mobil Sekarang

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 10:24 WIB
Salah satu diler mobil Toyota di Indonesia, Auto2000 meresmikan diler di kawasan bintang Jakarta, Jalan Sudirman. Diler ini boleh jadi merupakan yang termewah di Indonesia.
Showroom Toyota. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan terkait pemintaannya kepada masyarakat yang ingin membeli mobil. Dia bilang, sekarang adalah waktu yang tepat untuk kita membeli kendaraan bermotor dalam hal ini mobil.

Hal itu menyusul telah diberlakukannya diskon PPnBM kendaraan bermotor sejak 1 Maret 2021. Diskon PPnBM itu terutang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu Yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

Mengutip pasal 5, PPnBM ditanggung oleh pemerintah atas penyerahan kendaraan bermotor sebesar 100% berlaku sejak Maret hingga Mei. Oleh karena itu Sri Mulyani menyarankan untuk membeli mobil sekarang.

"100% PPnBM-nya tidak perlu dibayar. Itu berlaku sampai Mei. Jadi kalau mau beli mobil ya sebaiknya sekarang sampai Mei karena PPnBM-nya ditanggung pemerintah," tuturnya saat konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Pemberian diskon PPnBM 100% ditanggung pemerintah diberlakukan hanya pada tahap pertama dari Mei sampai Juni. Sementara tahap kedua, Juni hingga Agustus 2021 PPnBM yang ditanggung pemerintah hanya 50%, lalu pada periode ketiga, September hingga Desember 2021 diskonnya hanya 25%.

Diskon PPnBM berlaku untuk kendaraan bermotor sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.

Kemudian, kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 orang termasuk pengemudi selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan sistem 1 gardan penggerak (4x2) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menerangkan kategori mobil itu dipilih karena merupakan jenis mobil yang digunakan oleh kelompok masyarakat menengah. Menurutnya kelompok masyarakat itu perlu untuk didorong.

"Konsumsi rumah tangga yang perlu didorong ini termasuk mengoptimalkan daya beli masyarakat kelompok menengah. Dorongan itu perlu karena perubahan saldo simpanan menunjukkan kelompok yang memiliki dana besar meningkat dan dana kecil menurun. Itu berarti mereka punya saldo tapi tidak melakukan aktivitas," ucapnya.

Selain itu mobil dengan kapasitas isi silinder di bawah 1.500 CC sudah memiliki industri yang besar di Indonesia. Penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) juga sudah mencapai 70%. Sehingga bisa memberikan dampak yang luas ketika penjualan meningkat.



Simak Video "Catat! Skema Diskon PPnBM Mobil Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ang)