Profil Said Aqil yang Ditunjuk Erick Thohir Jadi Komut KAI

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 19:25 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Maksum Mahfudz (kanan), Ketua Abdul Manan Ghoni (kiri) dan Ketua Robikin Emhas (kedua kiri) memberikan pernyataan sikap tentang kasus perairan Natuna di gedung PBNU, Jakarta, Senin (6/1/2020).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir baru saja menunjuk Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj sebagai komisaris utama PT KAI (Persero). Said Aqil juga merangkap sebagai komisaris independen. Siapa dia?

Dalam catatan detikcom seperti ditulis Rabu (3/3/2021), Said Aqil lahir di Cirebon 3 Juli 1953. Ia merupakan doktor lulusan lulusan Universitas Ummu al-Qura, Makkah, jurusan Aqidah/Filsafat Islam yang tamat pada tahun 1994.

Dalam karirnya di PBNU, Said pernah menjabat Wakil Katib Am PBNU (1994-1998), Katib Am PBNU (1998-1999), Rais Syuriah PBNU (1999-2004) dan Ketua PBNU.

Dalam bidang politik, ia pernah menjadi anggota DPR/MPR dari utusan golongan pada tahun 1999-2004.

Said Aqil juga masuk daftar 50 muslim teratas dalam 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh tahun 2021. Ada tiga orang Indonesia yang masuk The Top 50.

Tiga orang yang masuk 50 besar yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, dan ulama/anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya.

Presiden Jokowi menempati urutan ke-12. Pada tahun sebelumnya, Jokowi ada di peringkat ke-13. Sementara Said Aqil berada di posisi ke-18 dan Habib Lutfi berada di peringkat ke-32.

Daftar 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh Tahun 2021 diterbitkan oleh Pusat Studi Strategi Islam Kerajaan (The Royal Islamic Strategic Studies Centre/RISSC), lembaga riset independen yang terafiliasi dengan Institut Aal Al Bayt Kerajaan untuk Pemikiran Islam, bermarkas di Amman, Yordania.

RISSC merumuskan bahwa muslim berpengaruh adalah muslim yang menimbulkan dampak terhadap dunia muslim. Dampak ini bisa positif atau negatif, tergantung sudut pandang yang digunakan.

Lihat juga Video: Jokowi Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras, PBNU: Cukup Bijak

[Gambas:Video 20detik]



(upl/upl)