Harga Gas Tangguh Diharapkan Rampung 1 Maret
Senin, 27 Feb 2006 13:01 WIB
Jakarta -
Polemik harga liquified natural gas (LNG) lapangan gas Tangguh Papua antara pemerintah dengan China National Offshore Oil Company (CNOOC) mulai memberikan sinyalemen yang positif.Pemerintah optimistis masalah harga gas Tangguh bisa selesai awal bulan depan, karena saat ini tinggal menyelesaikan tahap finalisasinya dan penyesuaian beberapa masalah kecil."Sampai terakhir pada Sabtu pekan lalu, kita berbicara dengan pihak Cina dan kita punya jadwal kalau 1 Maret selesai. Namun hal ini tergantung bukan kita saja tapi mereka juga," kata Kepala BP Migas Kardaya Warnika.Hal itu diungkapkan Kardaya dalam acara diskusi mengenai Blok Cepu yang berlangsung di Financial Club, Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (27/2/2006)."Saya cukup puas dengan hasil pembicaraan, karena hasilnya cukup baik serta sebagian yang kita permasalahkan selesai," ucap Kardaya sambil tersenyum simpul. Hasil pembicaraan kedua belah pihak itu, ungkap Kardaya, untuk menyepakati jumlah pasokan gas yang tetap dan pembahasan selling price-nya."Saya belum mau menyebutkan," tegas Kardaya ketika didesak berapa harga jual gas Tangguh yang akan ditetapkan nanti.Harga gas Tangguh pada saat dinegosiasikan pertama kali tahun 2002 menggunakan patokan harga minyak OPEC US$ 25 per barel. Dalam kontrak yang diteken saat itu harga jual gas Tangguh sebesar US$ 2,4 per mmbtu.Harga LNG Tangguh yang ditawarkan pemerintah ini diprotes oleh banyak kalangan karena dinilai sangat merugikan. Harga gas itu dinilai tak sepadan dengan harga LNG saat ini dengan kontrak yang cukup panjang selama 25 tahun.Karena perseteruan harga gas itu, sempat terbetik rumor pihak buyer, dari Cina ini berkeinginan membatalkan kontrak pembelian itu.
(ir/)










































