Sektor Unggas RI Banyak PR, Kemendag Benahi dengan Cara Ini

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 04 Mar 2021 16:44 WIB
Peternak ayam
Foto: Yudistira Imandiar/detikcom
Jakarta -

Ada segudang masalah yang dihadapi sektor perunggasan di Indonesia. Di antaranya terkait harga unggas yang anjlok terus dan loyonya konsumsi masyarakat pada bahan pokok pangan satu ini.

Demi menyelesaikan masalah-masalah tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menekankan perlunya pembaharuan dan transformasi baik di sisi supply chain maupun dalam hal konsumsi.

Dalam sisi supply chain, harus ada transformasi agar produk perunggasan Indonesia bisa lebih efisien dan kompetitif. Pasalnya, sebagai bagian dari sistem perdagangan global yang terbuka, Indonesia harus selalu siap untuk bersaing dengan negara lain.

"Menurut saya, trend usaha di sektor perunggasan menuju ke arah yang lebih integrative dari hulu hingga hilir. Sistem yang terintegrasi ini memungkinkan efisiensi dari sisi produksi dan perdagangan sehingga masyarakat bisa menikmati harga yang lebih kompetitif," ujar Jerry dalam dalam Rembug Nasional Perunggasan VIII di Bandung, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (4/3/2021).

Dalam rangka transformasi itu, pelaku usaha perunggasan khususnya peternak dan pedagang kecil juga perlu diberikan peran yang sesuai.

Selain itu, diperlukan sistem logistik yang baik untuk mendukung pembaharuan di sektor perunggasan tersebut. Untuk itu, Kemendag, katanya telah meluncurkan Sistem Resi Gudang (SRG) termasuk di sektor perunggasan. Hal ini dibuktikan dengan peresmian SRG untuk ayam di Cianjur beberapa waktu lalu.

jSRG ini menopang perdagangan ayam potong untuk daerah Cianjur, Bogor dan sekitarnya," imbuhnya.

Jerry menambahkan penyempurnaan sistem logistik perunggasan dengan data yang lebih integratif yang bisa menjadi rujukan antar Kementerian dan Lembaga juga sangat diperlukan. Tujuannya untuk menjadi dasar pembuatan kebijakan.

Selain itu, data yang terpercaya dan integratif akan mendukung pelaku usaha untuk menentukan sistem produksi dan perdagangan mereka.

Di sisi konsumsi, diperlukan upaya agar konsumsi unggas di masyarakat terus dikampanyekan. Hal ini untuk mencapai konsumsi per kapita yang ideal.

Pasalnya, sambung Jerry, daging ayam termasuk salah satu penopang gizi masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan pasar unggas Indonesia yang terus membesar bisa memberikan insentif bagi pelaku usaha.

"Pasar Indonesia yang besar harus dimanfaatkan, tentu dengan titik tekan bahwa UMKM di bidang ini dan masyarakat pada umumnya juga mendapat manfaat yang besar pula," imbuhnya.

Simak video 'Buka Rakernas Kemendag, Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Capai Kurang Lebih 5%':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)