Tesla Disebut Bisa Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia, Ini Sebabnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 04 Mar 2021 17:10 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Produsen mobil listrik, Tesla tengah mendominasi industri kendaraan listrik dunia. Union Bank of Switzerland (UBS) mengatakan Tesla dapat menjadi salah satu perusahaan perangkat lunak yang paling berharga di dunia.

Dikutip dari CNBC, Kamis (4/3/2021) Analis UBS Patrick Hummel menerbitkan sebuah penelitian bahwa Tesla siap menjadi perusahaan paling berharga di dunia. Sebab Tesla akan mendominasi di industri perangkat lunak karena fitur Full Self pada kendaraannya yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

Dominasi itu tentu akan menjadi tantangan bagi industri mobil global lainnya. Selain itu, Hummel pun menaikkan target harga saham Tesla menjadi US$ 730 dari US$ 325.

Melihat keunggulan Tesla, Hummel mengungkap perusahaan itu akan lebih menguntungkan dengan nilai perusahaan yang akan naik pada 2030. Bahkan, perusahaan milik Elon Musk diprediksi bisa bernilai lebih dari US$ 1 triliun. Kini kapitalisasi pasar Tesla pada penutupan hari Selasa mencapai US$ 658,9 miliar.

"Dengan itu, Tesla berpotensi menjadi salah satu perusahaan perangkat lunak paling berharga," katanya.

Saham Tesla telah melonjak 350,7% selama 12 bulan terakhir, sementara saham GM General Motors Co, telah menguat 75,5% dan indeks S&P 500 SPX telah naik 28,0%.

(zlf/zlf)