Kata Menkop UKM soal Keberpihakan Jokowi Atas UMKM, Bukan Anti Impor

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Kamis, 04 Mar 2021 17:50 WIB
Menkop UKM Teten Masduki
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal keberpihakan pada produk lokal Indonesia. Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan hal ini bukan saja dari sisi kebijakan afirmasi pemerintah. Tapi juga turut mengajak swasta, usaha besar, dan masyarakat Indonesia untuk dapat berpihak pada UMKM atau produk lokal.

Selain itu, diketahui pula bahwa Presiden Jokowi meminta ruang strategis di area publik dan pusat-pusat perdagangan milik swasta diberikan kepada UMKM ketimbang produk impor. Baik itu di pusat perbelanjaan maupun platform perdagangan digital.

Adapun pernyataan Presiden Jokowi ini merupakan bentuk afirmasi peran negara dalam memberi peluang lebih besar kepada produk lokal. Terlebih, saat ini banyak pelaku UMKM produsen produk lokal mengalami penurunan penjualan karena dampak pandemi COVID-19.

Teten menjelaskan, pernyataan Presiden tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan di Istana Negara Jakarta. Ia melanjutkan, Presiden Jokowi menekankan perlunya ajakan untuk mencintai produk-produk Indonesia. Bahkan sempat mengatakan tidak cukup cinta produk lokal, tapi juga benci produk-produk dari luar negeri.

"Presiden menyampaikan hal ini karena beliau menilai masih ada ketidakberpihakan kepada produk lokal UMKM dalam praktik di pusat perbelanjaan maupun perdagangan digital. Presiden mengajak kita membela, melindungi, dan memberdayakan UMKM agar naik kelas," ujar Teten dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3/2021).

Teten menambahkan, Presiden Jokowi selalu memikirkan nasib produk lokal setiap kali berkunjung ke pusat perbelanjaan di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya. Dalam kunjungannya, Presiden sering melihat lokasi strategis masih dikuasai oleh merek luar yang terkenal.

"Itulah alasan Presiden selalu menyampaikan, kapan merek lokal akan naik kelas kalau di negerinya sendiri tidak diberi tempat terbaik?" lanjut Teten.

Teten menegaskan pernyataan Presiden bukan berarti anti impor. Menurutnya, berdasarkan fakta selama ini kebijakan impor juga tidak menghambat merek asing untuk masuk.

Ia pun menjelaskan, Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia bukan bangsa yang menyukai proteksionisme. Sebab, sejarah telah membuktikan bahwa proteksionisme justru merugikan.

"Tetapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari raksasa digital dunia. Transformasi digital adalah win-win solution bagi semua pihak," tegasnya.

Menurut Teten, keinginan Presiden agar produk lokal mendapat tempat lebih baik adalah praktik yang wajar dilakukan pemerintah di semua negara. Sebab, tidak banyak merek lokal yang sanggup bersaing secara setara dengan merek global dengan dukungan sumber daya yang tidak seimbang.

Ia pun mencontohkan kebijakan di Korea Selatan yang mendongkrak produktivitas produk lokal. Yakni dimulai pada tahun 1970-an dengan memberikan pinjaman murah dan perlindungan persaingan pasar kepada jaringan-jaringan bisnis keluarga yang disebut Chaebol.

(ega/hns)