RI Mau Impor Beras 1 Juta Ton

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 04 Mar 2021 18:09 WIB
Beras impor masih menjadi salah satu sumber untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor beras pada Februari 2015 adalah 7.912 ton atau senilai US$ 3,1 juta. Pekerja mengangkat karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (2/4/2015).
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah berkomitmen untuk menjaga ketersediaan, termasuk stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan dalam negeri di tengah pandemi COVID-19.

Dalam paparan di rapat kerja Kementerian Perdagangan Airlangga menyebut untuk menjaga ketersediaan stok beras sebesar 1-1,5 juta ton, setelah adanya Bansos Beras PPKM, antisipasi dampak banjir, dan pandemi COVID-19 dilakukan upaya impor beras 500 ribu ton untuk CBP dan 500 ribu ton sesuai kebutuhan Bulog.

Kemudian penyerapan gabah oleh Bulog dengan target setara beras 900 ribu ton saat panen raya Maret sampai dengan Mei 2021 dan 500 ribu ton pada Juni sampai dengan September 2021.

"Komoditas pangan jadi penting, penyediaan beras 1-1,5 ton," kata Airlangga dalam paparannya, Kamis (4/3/2021).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan M Lutfi mengungkapkan untuk masalah beras sudah ditentukan oleh Menko Bidang Perekonomian. Impor beras ini akan digunakan sebagai iron stock atau barang yang disimpan di Bulog sebagai cadangan dan selalu ada.

"Jadi tidak bisa dipengaruhi panen atau apapun karena ini dipakai untuk iron stock, sudah disepakati dan diperintahkan. Waktu, tempat, dan harga ada di tangan saya," jelasnya

Selain beras pemerintah juga melakukan stabilisasi pasokan penyediaan daging sapi atau kerbau. Apalagi dalam rangka menghadapi puasa dan Lebaran tahun 2021 telah diputuskan dalam rakortas tanggal 6 Januari 2021 mengenai impor 80 ribu ton daging kerbau India dan impor 20 ribu ton daging sapi Brasil. Kemudian penyerapan sapi siap potong di peternak, percepatan realisasi impor oleh pelaku usaha.

Selanjutnya juga ada kebijakan penyediaan gula. Dengan cara impor gula dalam bentuk raw sugar, impor gula kristal rafinasi untuk industri maminfar 2021, impor penggantian gula eks impor yang diekspor. Lalu impor sebesar 150 ribu ton GKP melalui penugasan BUMN untuk antisipasi HKBN.

(kil/ara)