Jika Investasi 'Kacau', Jokowi: Ngejarnya ke Bahlil, Jangan ke Saya

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 05 Mar 2021 11:15 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh harapan besar kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk mendorong investasi. Sebab menurutnya investasi yang terpenting saat ini.

Jokowi mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sekitar 5%. Untuk mengejar target itu menurutnya hanya bergantung pada investasi karena APBN tak mungkin bisa didorong terus-menerus.

"Pertumbuhan Indonesia pada 2021 ini ditargetkan 4,5-5,5% artinya kurang lebih 5%. Artinya dalam setahun kita harus membalikkan dari -2,19% menjadi plus 5% dan bahkan mungkin bisa lebih, asalkan ini kuncinya di investasi. Mana pak Bahlil? Kuncinya di pak Bahlil, kepala BKPM," tuturnya dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII HIPMI 2021 di Istana Bogor, Jumat (5/3/2021).

Jokowi mengaku setiap hari menghubungi Bahlil untuk menanyakan progres realisasi investasi. Mulai dari target hingga perusahaan apa saja yang sudah menunjukkan komitmennya untuk berinvestasi di dalam negeri.

"Untung orangnya tenang dan semangat. Kalau tidak mungkin drop sudah karena tiap hari dikejar terus. Ya memang kita harus kejar-kejaran dalam situasi seperti ini," tambahnya.

Di depan para pengusaha muda yang tergabung di HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Jokowi mengatakan banyak peluang yang terbuka dari datangnya investasi. Dia juga sudah berpesan kepada Bahlil agar bisa 'mengawinkan' investasi asing yang datang dengan pengusaha lokal termasuk HIPMI.

"Saya selalu titip kepada kepala BKPM agar bisa menyambungkan, mempartnerkan antara investasi, investor, baik investor asing maupun investor besar dalam negeri untuk bisa berpartner dengan pengusaha-pengusaha HIPMI, pengusaha-pengusaha daerah," terangnya.

Jokowi menegaskan kepada para kader HIPMI jika janji itu tidak terealisasi, maka para pengusaha bisa memburu Bahlil. Sebab dia sudah menitipkan pesan itu kepadanya.

"Ini sudah saya perintah jadi kalau nanti tidak terlaksana, bapak ibu ngejarnya ke pak Bahlil, jangan ke saya lagi. Saya hanya tanya investor ini masuk ke provinsi ini kerja sama dengan siapa? Sudah pak dengan ini, ya oke," tegasnya.

Ke depan, Jokowi menilai hilirisasi dan industrialisasi akan mengalami transformasi ekonomi. Jika itu terlaksana dia yakin Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-5 di dunia.

Tonton video 'Jokowi: Saya Bilang Benci Produk Asing Gitu Aja Rame':

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)