AS-Eropa Sepakat Tangguhkan Tarif Sengketa Boeing-Airbus

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 06 Mar 2021 15:45 WIB
Boeing sementara akan menutup sementara pabriknya di Washington untuk mengurangi penyebaran virus corona (COVID-19). Penutupan berlangsung selama 14 hari.
Foto: AP/Ted S. Warren
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa bersepakat melakukan penangguhan selama 4 bulan tarif terkait sengketa jangka panjang Boeing dan Airbus.

Mengutip CNN Business, disebutkan penangguhan ini diharapkan bisa memperbaiki hubungan dagang yang kurang harmonis selama 17 tahun terakhir.

Komisaris Perdagangan Komisi Eropa, Valdis Dombrovskis mengungkapkan ini merupakan perbaikan hubungan dengan mitra terbesar di sektor perekonomian.

"Menghapus tarif ini bisa menguntungkan untuk kedua belah pihak," kata dia dikutip dari CNN, Sabtu (6/3/2021).

Kesepakatan ini muncul setelah AS mencapai kesepakatan dengan Inggris untuk menangguhkan tarif di produk Inggris.

Sengketa di industri penerbangan ini bermula pada 2004 lalu saat otoritas Eropa mengungkapkan Boeing telah menerima subsidi senilai US$ 19 miliar dari pemerintah federal dan negara bagian. Pemerintah AS juga telah mengajukan klaim serupa saat itu untuk subsidi Eropa.

Tahun lalu ketegangan makin menjadi ketika pemerintahan Trump memberlakukan tarif untuk barang Eropa. Seperti keju Parmesan, anggur Prancis, wiski Scotch dan Irlandia. Lalu Eropa juga memberlakukan tarif pada barang-barang AS.

Kesepakatan ini terjadi setelah adanya sambungan telepon oleh Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dan Presiden Joe Biden. Von der Leyen menyebutkan jika kesepakatan ini diharapkan bisa menciptakan hubungan yang baik.

(kil/eds)