Pesan Sri Mulyani ke Calon Pemimpin: Leader Bukan Tentang Me, Me, Me!

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 06 Mar 2021 23:14 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Foto: Agung Pambudhy: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pesan penting buat perempuan yang akan menjadi calon pemimpin. Apa pesan Sri Mulyani?

"Modalnya adalah mereka memiliki sensitivitas pada lingkungannya. Apa yang bisa saya bantu? Itu adalah ciri leader, bukan tentang me, me, me. Kepedulian dan keinginan untuk melakukan sesuatu yang membantu orang lain, karena Anda sebenarnya punya alasan untuk tidak berbuat apa-apa," ujar Sri Mulyani saat menjadi Principal Mentor di acara dialog antargenerasi bertajuk Women & Girls: Game Changers in Development, Sabtu (6/3/2021).

Plan International melaporkan sebenarnya banyak kaum muda perempuan yang yakin dengan kemampuannya bisa menjadi pemimpin. Dari laporan Plan International terbukti bahwa 62% dari 10.000 anak dan kaum muda perempuan yang disurvei di 19 negara, mengatakan yakin dengan kemampuan mereka untuk memimpin dan 76% secara aktif ingin menjadi pemimpin dalam karier, komunitas, atau di negara mereka.

Namun, hingga kini, anak perempuan di berbagai pelosok masih menghadapi berbagai hambatan untuk maju. Salah satunya terkait akses pendidikan.

Plan International mencatat masih ada 65 juta anak perempuan yang tidak bisa mengakses pendidikan. Selain itu, hambatan lainnya belum ada negara yang benar-benar menerapkan kesetaraan gender.

Perempuan sejak kecil masih menghadapi gender stereotype dan bias di berbagai hal dari akses sekolah, pekerjaan, kesempatan memimpin maupun membuat berbagai keputusan untuk hidupnya.

"Untuk itu, kami bekerja dengan berbagai mitra untuk terus mendorong kesetaraan dan kepemimpinan bagi anak perempuan di berbagai bidang," ujar CEO Plan International Anne-Birgitte Albrectsen.

Ini menunjukkan anak perempuan punya keinginan kuat untuk maju, namun masih menghadapi berbagai hambatan. Dukungan dan investasi dari berbagai pihak menjadi vital diperlukan demi terciptanya kesempatan dan partisipasi setara bagi anak perempuan dalam pembangunan.

"Kalau saya melihat anak-anak perempuan ini yang masih sangat muda, dan mereka memiliki kepercayaan diri, dan mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang positif, saya sangat bangga. Saya berharap leaders perempuan ini akan terus mengikuti passion, cita-cita kalian. Selalu lah percaya bahwa apapun yang kalian hadapi, kecil atau besar, itu pernah dirasakan oleh mentor yang lain. Jangan cepat menyerah, fokus pada tujuan yang ingin kalian capai, dan memberikan yang terbaik," tambahnya.

(hns/hns)