Menperin Keluarkan Master Plan Gas Bumi Industri 2009
Selasa, 28 Feb 2006 01:16 WIB
Jakarta - Pihak Departemen Perindustrian sudah menginventarisir kebutuhan gas bumi dalam beberapa waktu ke depan. Khusus untuk industri, jumlah gas bumi yang dibutuhkan pada tahun 2009 mencapai 639,57 miliar kaki kubik atau setara dengan 1827,33 juta kaki kubik per harinya.Jumlah ini dengan perincian kebutuhan gas bumi periode 2005 hingga 2009 untuk bahan baku seperti industri pupuk, amoniak, metanol berjumlah 1096,62 juta kaki kubik.Sementara gas bumi untuk bahan bakar atau pembangkit seperti industri baja atau logam, industri keramik, sarung tangan, industri kertas, industri karbit dan industri lainnya untuk tahun 2005 membutuhkan 568,18 juta kaki kubik."Sehingga total bahan baku ditambah bahan bakar tahun 2005 adalah 1664,80. Sedangkan untuk tahun 2006 totalnya mencapai 1702,60," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam raker dengan Komisi VI dan VII DPR di Gedung DPR/MPR Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (27/2/2006).Fahmi menambahkan, dengan memperhatikan peningkatan jumlah pemakaian gas bumi tahun 2005 dan meningkatnya harga BBM diperkirakan konsumsi energi nassional bisa mencapai 30 persen dari konsumsi energi nasional. "Maka kebutuhan gas bumi pada tahun 2009 akan naik 10 persen," jelasnya.Fahmi menjelaskan, industri-industri yang sangat membutuhkan pasokan gas bumi adalah pupuk, petrokimia, besi atau baja, logam, Pulp, Kertas. "Sedangkan unutk industri keramik, kaca lembaran dan pengolahan karet pasokan gas bumi tidak dapat tergantikan dengan yang lain karena mempengaruhi hasil produksinya," urai Fahmi.
(ahm/)











































