Daftar Proyek yang Siap Diguyur Dana dari LPI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 06:00 WIB
Petugas menyusun uang di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Jumat (17/6/2016). Bank BUMN tersebut menyiapkan lebih dari 16.200 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk melayani kebutuhan uang tunai saat lebaran. BNI memastikan memenuhi seluruh kebutuhan uang tunai yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 62 triliun atau naik 8% dari realisasi tahun sebelumnya. (Foto: Rachman Harryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Sejumlah BUMN telah menyiapkan proyek-proyek untuk didanai oleh Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang bernama Indonesia Investment Authority (INA). Adanya lembaga ini, BUMN memiliki alternatif pendanaan untuk terus menggenjot pembangunan infrastruktur.

Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal mengatakan, perseroan memiliki 21 aset yang siap menampung dana dari LPI. Dari 21 aset, sebanyak 18 masuk dalam tahapan brownfield. Maksudnya, proyek ini menghilangkan risiko pembebasan lahan dan konstruksi.

Meski 21 aset siap, Jasa Marga menyiapkan 9 aset yang ditawarkan untuk tahap pertama. 9 aset itu yakni jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Jakarta-Cikampek II Elevated, Semarang-Batang, Gempol-Pandanaan, dan Pandaan-Malang.

Lalu, ada juga Gempol-Pasuruan, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung dan Bali Mandara.

"Perlu kami sampaikan aset-aset yang kita siapkan ini bisa diganti aset lainnya sesuai dengan risk appetite INA sendiri, jadi baru kita siapkan sebagai awal meskipun kita ready 21 aset di bawah Jasa Marga," kata Donny dalam acara 'Siapkah BUMN Infrastruktur Optimalkan Dana LPI', Senin (8/3/2021).

Sementara Direktur Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Taufik Hendra Kusuma mengatakan kehadiran LPI akan membantu BUMN pengembang infrastruktur dalam melakukan divestasi (aset recycle). Hal ini dikarenakan LPI berperan sebagai investor yang akan mengambil alih proyek investasi yang telah beroperasi seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan yang saat ini dimiliki oleh BUMN.

"Dengan begitu BUMN akan kembali memiliki kapasitas baru khususnya keuangan untuk mendanai pembangunan proyek infrastruktur lainnya," ujar Taufik.

Taufik mengungkapkan, bentuk kerja sama yang diharapkan dari LPI adalah dalam bentuk pelepasan saham jalan tol yang saat ini dimiliki oleh anak usaha Waskita yaitu PT Waskita Toll Road.

Saat ini Waskita mempunyai kepemilikan pada 17 ruas di Pulau Jawa dan Sumatera, di mana 12 telah beroperasi, baik secara penuh maupun parsial. Sejak akhir tahun lalu, Taufik mengatakan, manajemen Waskita telah melakukan diskusi intensif secara informal dengan tim dari INA.

"Dengan telah dilantiknya pengurus dari INA, Waskita berharap proses tersebut dapat segera berlanjut ke tahap berikutnya dan transaksi divestasi beberapa ruas tol kepada INA dapat terlaksana paling lambat semester 2 tahun ini," ucap Taufik.