Walah! Ekspor RI Tersendat Gara-gara Stok Kontainer Kosong

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 11:46 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah mengakui kinerja ekspor Indonesia sempat terganggu karena fenomena berkurangnya ketersediaan kontainer di pelabuhan atau kelangkaan kontainer. Hal itu terjadi di tengah-tengah pandemi COVID-19.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan pada saat terjadi pengurangan kontainer, Indonesia sudah siap melakukan ekspor beberapa produk.

"Beberapa bulan kemarin kita mengalami shortage kontainer. Ekspor barang sudah siap, market ada, kontainer nggak ada," kata Susiwijono dalam peluncuran Peta Okupasi Bidang Logistik dan Supply Chain yang disiarkan secara virtual, Selasa (9/3/2021).

Selama pandemi, sektor usaha logistik atau transportasi dan pergudangan terdampak cukup dalam. Pertumbuhannya minus 13,42% pada kuartal IV-2020. Namun demikian, dirinya menyadari beberapa usaha sektor logistik pun ada yang masih tumbuh seperti yang mengandalkan sistem digital.

"Jadi banyak hal yang menjadi pembelajaran kita bersama selama masa pandemi," jelasnya.

Salah satu pembelajaran yang diambil adalah bagaimana pemerintah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten di bidang logistik. Tujuannya agar mengetahui pergerakan serta apa yang dibutuhkan sektor logistik dunia.

Peningkatan kualitas SDM nasional, kata Susiwijono bisa dilakukan melalui peta okupasi bidang logistik dan supply chain. Peta okupasi ini disusun dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Adapun isi dari peta okupasi bidang logistik dan nasional ini merupakan informasi dari jabatan-jabatan pekerjaan di sektor logistik. Informasi ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh sektor pendidikan bagaimana menyambungkan kurikulum baik di sektor formal maupun profesi.

"Itu semua menjadi kesempatan kita menyiapkan SDM kita, antisipasi tantangan ke depan pasti akan berubah. Oleh karena itu, terkait pengembangan SDM logistik dilakukan 2 jalur, pengembangan pendidikan formal maupun jalur pengembangan profesi," ungkapnya.

Tonton juga Video: KKP Bakal Tingkatkan Ekspor Udang ke AS dan China Hingga 250%

[Gambas:Video 20detik]



(hek/eds)