Harga Emas Diprediksi Turun Terus Sampai Rp 800 Ribuan/Gram

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 13:34 WIB
Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 702.000/gram. Harga ini terbesar dalam sejarahnya.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pergerakan harga emas Antam atau logam mulia diramal akan terus mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan sentimen positif untuk pemulihan ekonomi lewat vaksinasi yang mulai gencar dilakukan.

Jika dilihat dari harga emas Antam hari ini turun Rp 9.000 dari posisi kemarin ke level Rp 915.000 per gram. Namun harganya telah turun Rp 150.000 per gram dari posisi tertinggi Rp 1.065.000 per gram di 7 Agustus 2020.

"Emas ini memang trennya lagi penurunan. Kalau seandainya menguat itu penguatan terbatas kemudian dia jatuh. Yang mempengaruhi emas mengalami pelemahan salah satunya vaksinasi yang terjadi saat ini di beberapa negara termasuk Inggris, Eropa dan Amerika," kata Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi kepada detikcom, Selasa (9/3/2021).

Diprediksi harga emas global di pasar spot akan terus mengalami penurunan sampai level US$ 1.600 per troy ounce (toz) yang saat ini berada di level US$ 1.676 per toz. Dalam setiap troy ounce sama dengan 31,103 gram emas, sehingga level terendahnya sekitar Rp 840.836 per gram dengan asumsi kurs Rp 14.400.

Setelah terjerembab atau menyentuh level terendah itu pada Maret-April 2021, kata Ibrahim, harga emas akan kembali naik secara bertahap.

"Kemungkinan besar emas ini akan turun dan akan terjerembab di level US$ 1.600-an per troy ounce dan setelah itu baru akan kembali rebound. Kemungkinan besar akan terjadi kalau nggak bulan ini mungkin April. Tapi kemungkinan besar di bulan Maret ini akan terkena di US$ 1.600-an per troy ounce," tuturnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Analis Komoditas, Ariston Tjendra. Tren penurunan harga emas dikarenakan adanya prospek pemulihan ekonomi yang ditandai dengan kehadiran vaksinasi.

"Overall ada kecenderungan penurunan harga emas karena prospek pemulihan ekonomi. Itu ditandai dengan membaiknya data-data ekonomi. Pengendalian virus COVID dengan kemajuan vaksinasi juga menambah ekspektasi pemulihan ekonomi karena virus COVID selama ini menjadi biang pelambatan ekonomi," imbuhnya.

Simak juga Video: Anjlok! Harga Emas Turun ke Bawah Rp 1 Juta

[Gambas:Video 20detik]



(aid/eds)