Vaksin COVID-19 Dijual di Situs Gelap, Asli atau Palsu Ya?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 16:21 WIB
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination.
Foto: iStock
Jakarta -

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap bahwa vaksin virus Corona (COVID-19) beredar di "dark web" atau situs gelap. Hal itu berdasarkan hasil studi yang mereka lakukan.

Dilansir CBS News, Selasa (9/3/2021), peneliti Kaspersky percaya 30% yang dijual adalah vaksin asli.

Dmitry Galov, peneliti di Kaspersky yang memimpin studi penjualan vaksin online terlarang, mengatakan para peneliti Kaspersky menemukan setidaknya segelintir penjual yang telah menyelesaikan ratusan transaksi yang diantaranya merupakan vaksin sebenarnya.

"Ada gambar kemasan dan sertifikat medis. Sepertinya beberapa dari orang-orang ini memiliki akses di dalam ke institusi medis," sebutnya.

Lev Kubiak, kepala petugas keamanan di Pfizer mengatakan kepada CBS MoneyWatch bahwa perusahaan farmasi itu telah menemukan beberapa contoh penipu yang memalsukan kemasan perusahaan, tetapi tidak ada vaksin asli untuk dijual.

"Pfizer secara proaktif memantau internet termasuk web gelap, dan berkoordinasi dengan penegak hukum," kata Kubiak.

Kubiak mengatakan Pfizer telah melacak dengan cermat kemana tujuan vaksinnya. "Di AS, tidak ada biaya untuk divaksinasi, dan satu-satunya vaksin yang dijual di AS adalah ke lembaga pemerintah," katanya.

"Orang-orang harus sangat berhati-hati. Sejauh yang kami tahu tidak ada kebocoran dosis (di luar saluran vaksinasi yang sah)," tegas dia.

Sementara juru bicara pembuat vaksin Moderna dan AstraZenca belum memberikan konfirmasi.

Sebuah studi akademis yang diterbitkan pada bulan Januari menemukan tawaran vaksin mulai bermunculan di web gelap sejak Maret 2020. Tawaran itu hampir pasti palsu.

Bulan lalu, Check Point memberi tahu CBS Chicago bahwa jumlah iklan vaksin di web gelap telah berkembang pesat selama enam minggu sebelumnya. Tetapi ketika peneliti dari perusahaan keamanan siber itu mencoba membeli vaksin, penjualnya menghilang sebelum peneliti mendapatkan dosis apa pun.

"Harapan kami rendah, dan, tentu saja, tidak terpenuhi," kata Mark Ostrowski, kepala teknik Check Point, kepada CBS Chicago.

Simak juga video 'Polri Siap Antisipasi Peredaran Vaksin Corona Palsu':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/zlf)