Begini Cerita Lengkap Bos Cat Avian Lahir di Bekas Kandang Ayam

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 11:35 WIB
Dok Pribadi Hermanto Tanoko
Foto: Dok Pribadi Hermanto Tanoko

Sang Ayah Mendirikan Cat Avian (Part 2)

Hermanto mengungkapkan sang ayah memulai bisnis cat pada tahun 1978. Saat itu cat Avian masih industri rumahan. Produksinya dilakukan secara manual, ayah Hermanto yakni Soetikno Tanoko mencampur cat menggunakan dayung kapal.

Kemudian Hermanto membantu sang ayah pada tahun 1982 dan pegawai tokonya baru 18 orang. Dia mengaku ayahnya merupakan inspirasinya. "Saat saya pertama kali membantu saya tanya papa saya 'Pa, apa nih cita-cita atau visi papa? dia mejawab 'Papa ingin Avian menjadi pabrik cat yang terbesar di Indonesia'. Wow dari situ saya ini tertantang sekali, karena saat itu Avian pagar saja masih belum punya," jelasnya.

Hermanto menggambarkan jika tempat produksi cat Avian kiri-kanan masih sawah namun dia kagum dengan sang ayah yang memiliki mimpi untuk menjadi pabrik cat terbesar di Indonesia. Hal itulah yang membuat dia merasa tertantang dan berusaha menjadi yang terbaik. Setiap hari, setiap bulan dan setiap tahun dia selalu mencetak rekor penjualan dan ini membuat Avian tumbuh pesat.

Zaman terus berubah, tantangan bisnis terus bertambah. Hermanto mengaku tak bisa diam dan mengandalkan bisnis Avian dengan strategi yang itu-itu saja. Jadi untuk menjawab tantangan bisnis dia memperbesar wilayah, memperluas jaringan pelanggan.

Langkah besar pertama yang dilakukan Hermanto adalah membangun laboratorium research and development (R&D) dengan beberapa root chemichal yang sebelumnya tidak ada di Avian. "Jadi saya yakin untuk bisa tumbuh cepat itu, pengembangan produk baru ya harus terus berinovasi," jelasnya.

Tim Hermanto di Avian saat itu sangat solid, kompak dan kekeluargaan. Selalu berupaya mencari solusi ketika ada masalah baik operasional sampai sales distribusi. Hal inilah yang membuat Avian akhirnya bisa menjadi pabrik cat nasional yang terbesar di Indonesia setelah 40 tahun berdiri. Saat ini memang kompetitor perusahaan cat di Indonesia kebanyakan dari Amerika Serikat (AS), Jepang dan Eropa.

Hermanto menceritakan logo Cat Avian adalah bebek yang termasuk Avian atau unggas. Filosofinya adalah karena bebek atau unggas ini bisa berkembang biak di negara manapun. "Artinya unggas atau bebek bisa hidup baik di negara tropis, negara dingin atau negara musim apapun bisa sehat. Beda dengan pinguin kalau dia kan cuma di hawa dingin," jelasnya.

Lalu dari sisi manfaat, bebek mulai dari daging, bulu dan telurnya bermanfaat positif. Selain itu nama Avian ini juga agar lebih mudah diingat. "Zaman dulu orang kalau membeli itu nyebutnya cat bebek, jadi cat yang mereknya bebek lebih gampang diingat. Sekarang orang sudah kenal dengan Avian. Dulu logo bebeknya masih merengut, lalu ketawa dan sekarang bebeknya sudah terbang," jelas dia.

Untuk terus menjaga kualitas Hermanto mengungkapkan saat ini pabrik cat terus berekspansi dan membangun laboratorium terbesar di Asia Tenggara yang luasnya mencapai 5.000 meter persegi, lima lantai dan gedung namanya Avian Innovation Center. "Nah itu khusus hanya untuk research jadi kami mengeluarkan dana kurang lebih Rp 100 miliar hanya untuk laboratorium," jelas dia.



Simak Video "Saksikan Obrolan detikcom Bersama CEO Tancorp Abadi Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/zlf)