Sugiharto: Demi Allah Tak Ada Tekanan AS Soal Blok Cepu

Sugiharto: Demi Allah Tak Ada Tekanan AS Soal Blok Cepu

- detikFinance
Selasa, 28 Feb 2006 11:11 WIB
Jakarta - Sikap pemerintah yang plin plan soal Blok Cepu mencuatkan rumor adanya tekanan AS agar ExxonMobil ditunjuk sebagai operator. Namun Menneg BUMN Sugiharto membantah rumor tersebut."I swear, demi Allah saya tidak pernah mendengar itu," cetus Sugiharto saat dikonfirmasi soal rumor adanya tekanan dari AS.Sugiharto menyampaikan hal tersebut saat dicegat wartawan usai mengikuti raker gabungan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta yang berakhir pada Selasa (28/2/2006) pukul 01.00 WIB.Berikut cuplikan wawancara dengan Sugiharto:Bagaimana kelanjutan perundingan Blok Cepu?Rencananya kita akan dengar laporan hasil negosiasi hari Rabu besok.Kapan masalah ini selesai?Tergantung masalahnya. Sebetulnya, dari hasil pembahasan sudah banyak kemajuan, hanya untuk membuat keputusannya butuh waktu lama karena saya dan Pak Purnomo mendalami kembali. Status terakhir masih joint operatorships. Dan sebenarnya pemerintah belum memutuskan.Jadi pemerintah mendukung siapa?Ini bukan soal dukung mendukung. Yang perlu didukung Republik Indonesia karena jelas di dalam bumi yang belum diangkut ke permukaan tetap milik negara. Kalaupun telah diangkut, itu masih harus di-split, tidak boleh diklaim ini milik Pertamina atau Exxon. Ini sesuai pasal 33 UUD 45.Kenapa Pertamina tak langsung dipilih, masalahnya di mana?Nomor satu, yang bela Pertamina dari awal adalah saya. Kita harus realistis. Selama tiga tahun ini, rakyat surrender karena blok ini terjadi dispute.Kalau mau tunggu tahun 2010 silakan saja, tapi bukan jadi keputusan pemerintah, karena saat ini rakyat butuh BBM, subsidi dan anggaran pembangunan. Jadi tidak semata hanya berpikiran subsidi. Kalau saya cerita detail, anda akan menangis seandainya Blok Cepu tidak akan berproduksi.Ada tekanan dari AS?Tidak ada tekanan dari AS, lihat sekarang saya masih senyum plong, masih fresh.Kabarnya Exxon melobi SBY?I swear, tidak ada tekanan dari siapapun. Saya orang minyak lama. Kita berisiko seandainya hanya satu perusahaan yang dipercaya, kalau ternyata gagal, yang rugi pemerintah, karena bagian terbesar milik pemerintah.Benar nggak ada tekanan?(Sugiharto mengambil nafas sejenak dan mengangkat tangan tanda bersumpah)I swear, demi Allah, saya tidak pernah mendengar itu. Ibaratnya beauty contest, parameternya jelas karena pertanggungjawabannya di negara dan Tuhan. Jadi saya tidak mau bermain-main karena yang rugi rakyat. (Sugiharto berucap dengan nada tinggi) (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads