Pemilik Game PUBG Suntik Rp 324 M ke Perusahaan E-Sport India

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 12:53 WIB
PUBG melebarkan sequel dari game PUBG Mobile dengan PUBG: New State. Begini cara pre-registrasi untuk memainkan spinner game ini.
Foto: PUBG: New State
Jakarta -

Pengembang game populer PUBG, TERA, Golf King, hingga Castle Burn, Krafton Korea dikabarkan menginvestasikan Rs 164 Crores atau 1,64 miliar rupee (10 juta/ crores) setara Rp 324 miliar (kurs Rp 197,9/rupee) kepada perusahaan e-sports asal India, Nodwin Gaming.

Dikutip dari News18, Rabu (10/3/2021) transaksi itu membuat Nodwin mendapatkan saham minoritas dari Krafton. Dengan dana tersebut Nodwin berencana menggunakannya untuk mempercepat perkembangan e-sport di Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika serta mendukung talenta.

Selain itu, perusahaan juga berencana menyediakan infrastruktur dan teknologi permainan yang lebih baik dan membuat konsep, mengatur, dan melaksanakan banyak kekayaan intelektual turnamen di tingkat nasional dan internasional.

"Krafton bergabung adalah dukungan dari kiblat game dan e-sports Korea Selatan, atas apa yang kami bangun dari India untuk dunia berdasarkan kompetensi kami di pasar yang mengutamakan seluler," kata pihak Nodwin.

Nodwin sendiri merupakan anak perusahaan Nazara Technologies, memiliki kemitraan dengan penerbit dan mitra global termasuk ESL, Valve, Krafton, Tencent, Riot, dan Blizzard serta kemitraan konten dengan penyiar seperti MTV di TV linier, Disney + Hotstar, Youtube dan Airtel.

CEO Krafton Changhan Kim, mengaku senang bisa bermitra dengan Nodwin Gaming untuk membantu mendorong ekosistem e-sports yang menjanjikan dan bangga bisa terlibat dengan penggemar dan pemain di India.

"Mengambil momentum dari kemitraan ini, kami akan menjajaki peluang investasi tambahan di kawasan ini untuk menegakkan komitmen dan dedikasi kami dalam mengembangkan industri video game, e-sports, hiburan, dan teknologi lokal," kata Kim.

E-sports diprediksi akan menjadi pilar utama pertumbuhan hiburan olahraga di masa depan karena terletak di persimpangan olahraga, hiburan dan teknologi, dan negara-negara seperti India dapat membuka peluang itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2