Instrumen Investasi Crazy Rich Bos Avian Sejak Kecil: Tepung Terigu!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 16:20 WIB
Dok Pribadi Hermanto Tanoko
Foto: Dok Pribadi Hermanto Tanoko
Jakarta -

Investasi khususnya instrumen saham sekarang sedang menjadi tren di kalangan milenial. Apalagi dengan banyaknya influencer, artis sampai tokoh terkenal seperti Elon Musk yang merekomendasikan saham-saham untuk dibeli oleh investor.

Crazy Rich Indonesia yang juga bos Avian Paint Hermanto Tanoko juga berinvestasi sejak dini lho. Bahkan orang tuanya mengajarkan dia berinvestasi sejak usia lima tahun. Tapi bukan investasi reksa dana apalagi saham yang digunakan Hermanto sebagai instrumennya. Apa ya investasinya?

Dalam program Ask d'Boss detikcom Hermanto menceritakan ia berinvestasi menggunakan uang angpao yang dia dapatkan setiap hari raya Imlek. "Jadi saya itu sejak usia 5 tahun kalau dapat uang dari angpao sudah berinvestasi. Itu karena mungkin mama papa saya khawatir karena masih kecil uangnya bisa hilang," kata dia dalam acara Ask d'Boss, Rabu (10/3/2021).

Hermanto mengungkapkan investasi yang dia lakukan bukanlah reksa dana, saham atau emas. Melainkan tepung terigu atau bahan kebutuhan pokok yang ada di warung kelontong milik ibunya.

"Mereka menawarkan saya investasi seperti tepung terigu, mereka bilang terigu katanya harganya mau naik. Nah saya senang sekali kalau harganya naik. Jadi saya punya buku khusus dan saya catat terus untuk mengetahui harganya sudah naik atau belum, terigunya sudah terjual atau belum," kenang dia.

Dia mengatakan setelah terigu, ayahnya menawarkan investasi minyak goreng, biskuit dan dagangan lainnya. Menurut dia konsep investasi yang diajarkan orang tuanya saat itu sangat mempengaruhi kondisinya sekarang.

Misalnya, Hermanto menjadi lebih menghargai uang dan ia tidak berani makan makanan di toko karena dia menyadari jika mencari uang tidak semudah itu. Dia mencontohkan jika dia sudah makan roti dan kemudian ingin makan telur asin, keinginannya akan ditunda sampai besok.

"Oke saya makan telur asinnya besok saja, karena hari ini sudah makan roti. Sampai mama saya bilang 'nda apa-apa kalau kamu mau makan' tapi saya menolak karena saya tahu jika menjual 10 hanya untung 1, itu kan tidak gampang. Akhirnya saya jadi mengerti nilai uang dan berhemat karena cari uang itu tidak gampang," tambah dia.

Pria kelahiran Malang 59 tahun ini juga menerapkan pola investasi tersebut ke anak dan cucunya. Sekarang dengan perkembangan industri pasar modal saham menjadi pilihan sebagai sarana belajar investasi.

Hermanto mengungkapkan cucunya diminta untuk berinvestasi di saham dan mereka harus mengamati pergerakan harga investasinya. "Jadi begini dengan mengumpulkan uang lalu dia mengamati harganya ada kenaikan atau penurunan secara terus menerus, akhirnya waktu dia dewasa dia akan tahu oh kalau punya uang ya investasilah di sini. Karena investasi ini bisa dipakai untuk hal yang lebih besar lagi, kalau dihabiskan begitu saja ya tidak punya apa-apa," jelas dia.



Simak Video "Saksikan Obrolan detikcom Bersama CEO Tancorp Abadi Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)