Kapal Korut Tertangkap Basah Lakukan Perdagangan Minyak Ilegal

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 17:02 WIB
A still image taken from video footage and released by Russias Federal Security Service on September 18, 2019, shows a North Korean boat sailing during an incident in which Russian border guards had detained two North Korean vessels after one of them attacked a Russian patrol ship in the Sea of Japan on September 17, 2019. Federal Security Service/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. MANDATORY CREDIT.
Foto: Federal Security Service/Handout via REUTERS
Jakarta -

Korea Utara (Korut) diduga melakukan kegiatan pengiriman minyak ilegal dari kapal ke kapal. Hal itu tertangkap oleh kapal Angkatan Laut Prancis Frigate Prairial yang tengah berpatroli di Laut China Timur.

Aktivitas itu melanggar sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada Korut perihal pembuatan nuklirnya yang telah melanggar hukum internasional. Laporan itu diunggah di Twitter ALPACI France Pacific Command. Dalam cuitan itu terdapat beberapa foto yang didapat sebagai bukti.

"Pada 28 Februari, Frigate PRAIRIAL @MarineNationale dikerahkan ke Laut Cina Timur untuk berkontribusi pada embargo PBB terhadap Korea Utara, di bawah misi Prancis AETO. Pada malam hari, dia mengidentifikasi dua kapal tanker selama transfer kapal yang dicurigai, dan melapor ke Sel Koordinat Penegakan," tulis ALPACI di Twitter.

Dikutip dari Naval News, Rabu (10/3/2021) Kapal Prairial milik Angkatan Laut Prancis itu berlayar dari pelabuhan asalnya di Tahiti, Polinesia Prancis, pada 15 Januari 2021 sebagai bagian dari misi penegakan embargo PBB AETO.

Misi itu, embargo internasional terhadap Korea Utara untuk memerangi aktivitas pembuatan nuklir yang dilakukan negara itu. Saat patroli, kapal Prairial itu mendeteksi dugaan aktivitas ilegal dari dua kapal tanker milik Korut pada 28 Februari 2021.

Informasi tersebut dikumpulkan dan kemudian diteruskan ke Panel Ahli PBB. Laporan atas aktivitas ilegal oleh kapal Korut itu akan berlanjut untuk diidentifikasi yang mencakup bukti kegiatan yang bertentangan dengan resolusi, mendorong Korut untuk mengambil tindakan terhadap para pelaku dan memicu penyelidikan yang dapat menimbulkan sanksi terhadap kapal yang bersangkutan.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Prancis memiliki tugas khusus untuk menegakkan keputusannya. Oleh karena itu, Prancis memutuskan untuk sesekali mengerahkan aset militer ke Asia Timur Laut. Tujuannya, untuk mendeteksi, mendokumentasikan, dan mencegah transfer antar-kapal di laut.

Aktivitas ini mengingatkan semua bahwa Prancis adalah mitra militer yang andal dan berkomitmen. Komitmen ini adalah bagian dari keinginan bersama untuk berkontribusi pada pembongkaran senjata Korea Utara secara lengkap.

Lihat juga Video: KKP Tenggelamkan 10 Kapal Pelaku Illegal Fishing

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)