Tangkis Tekstil China, Pemerintah Galakkan Sutra Alam

Tangkis Tekstil China, Pemerintah Galakkan Sutra Alam

- detikFinance
Selasa, 28 Feb 2006 14:02 WIB
Jakarta - Untuk menangkis maraknya produk tekstil asal China yang harganya lebih murah, pemerintah akan menggalakkan pembuatan sutra alam sebagai produk unggulan nasional.Rncananya dalam waktu dekat Departemen Perindustrian (Depperin), Departemen Kehutanan (Dephut) dan Kantor Kementrian Koperasi dan UKM akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman, dalam rangka meningkatkan produksi sutra alam menjadi produk unggulan nasional."Kita kembali ke produk andalan kita, bersama Depperin, Dephut dan Meneg Koperasi untuk kembangkan sutra alam. Kita punya kekuatan disini," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris.Hal itu diungkapkan Fahmi, usai membuka pameran industri kecil dan menengah (IKM) produk kain dan kulit di Lobby Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (28/2/2006).Diakui Fahmi, produk dari China memang memiliki harga lebih murah apalagi ditambah dengan maraknya penyelundupan.Ancaman lainnya, adanya penyelundupan antar negara (transhipment), seperti barang-barang dari China yang singgah sebentar ke Indonesia lalu dikirimkan langsung ke AS. Hal ini yang membuat nilai ekspor Indonesia menjadi tidak realistis."Itu nantinya akan menyebabkan angka ekspsor kita menjadi tanda tanya besar, benar tidak nilai ekspor kita saat ini," ujarnya.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor nonmigas RI yang sebagian besar disumbang tekstil tahun 2003 sebesar US$ 7 miliar, tahun 2004 menjadi US$ 7,6 miliar, tahun 2005 menjadi US$ 8,5 miliar dan diproyeksi tahun 2006 mencapai US$ 9 miliar. Sedangkan perkembangan IKM tahun 2005 mencatat 431.557 unit usaha yang menyerap 1,077 juta tenaga kerja. Nilai produksi mencapai Rp 21,5 miliar dan sumbangan terhadap ekspor sebesar US$ 1,9 juta. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads