Semen Gresik Tolak Cukai Semen
Selasa, 28 Feb 2006 17:22 WIB
Surabaya - Rencana pemberlakukan cukai untuk produk semen ditolak mentah-mentah oleh PT Semen Gresik. Alasannya, cukai semen itu akan menurunkan daya beli masyarakat dan merugikan iklim investasi ke depan.Demikian disampaikan Direktur Utama PT Semen Gresik, Dwi Sucipto, kepada wartawan disela-sela temu media di Restoran Ria Geleria, Jl Bangka, Surabaya, Selasa (28/2/2006)."Saya pandang untuk semen, penerapan cukai untuk semen tidak bisa dilakukan. Tidak pas lah," tegas Dwi Sucipto. Alasannya, kata Sucipto, karena semen adalah produk yang lain dan pada sisi pemasaran ada batas-batasannya serta tidak membahayakan konsumen.Alasan lainnya, produk semen merupakan kebutuhan masyarakat luas sehingga dampak pemberlakukan cukai akan sangat membebani, termasuk pada dunia usaha dan pembangunan. "Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan untuk menarik investor asing," katanya.Dengan masuknya investor ke Indonesia, jelas Sucipto, maka pembangunan akan berjalan. Tetapi jika cukai diberlakukan maka dikhawatirkan akan mempengaruhi mereka untuk menanamkan investasinya. "Jelas kebutuhan semen untuk pembangunan infrastruktur akan tinggi. Bisa-bisa kebijakan itu akan kontraproduktif," tukasnya.Pemberlakukan cukai menurutnya akan sangat memberatkan kalangan industri semen tak terkecuali Semen Gresik. Karena selama ini perusahaan juga telah memenuhi kewajiban normatif sesuai ketentuan. "Misalnya soal lingkungan, kita telah melakukan sesuai dengan mekanisme. Begitupula yang lainnya," terangnya.Sikap penolakan ini juga telah disampaikan melalui panmus DPR RI dan asosiasi industri semen serta mendapat dukungan dari menteri perindustrian. "Saya berpendapat tidak perlu diberlakukan lah. Karena beban energi kita juga cukup besar, hampir 40 persen. Apalagi jika nanti ada kenaikan TDL," terangnya.
(qom/)











































