AS Masih Jadi Eksportir Senjata Terbesar di Dunia

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 16 Mar 2021 15:10 WIB
PT Pindad (Perseo) memamerkan berbagai jenis senjata api di acara Indo Security and Firex Expo & Forum di JCC, Jakarta.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pangsa pasar ekspor senjata global Amerika Serikat (AS) naik menjadi 37% selama lima tahun terakhir. Tidak hanya AS, negara lain seperti Prancis dan Jerman juga mengalami peningkatan.

Dikutip dari BBC, Selasa (16/3/2021), pertumbuhan impor senjata terbesar terlihat di Timur Tengah. Hampir setengah atau 47% dari ekspor senjata AS pergi ke Timur Tengah, dengan Arab Saudi saja menyumbang 24% dari total ekspor senjata AS.

AS sekarang memasok senjata ke 96 negara bagian sambil meningkatkan pangsa penjualan senjata globalnya selama periode lima tahun. Prancis sendiri meningkatkan ekspor senjata utamanya sebesar 44%, sementara Jerman memperluas ekspornya sebesar 21%.

Sejauh ini, penjualan senjata internasional tetap stabil antara 2016 dan 2020 dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Ekspor Israel dan Korea Selatan sama-sama meningkat secara signifikan, meskipun keduanya tetap menjadi pemain yang relatif kecil dalam ekspor senjata.

"Pada puncak pandemi pada tahun 2020, beberapa negara menandatangani kontrak besar untuk senjata utama," kata peneliti senior Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (Sipri), Pieter Wezeman.

Timur Tengah adalah pasar senjata dengan pertumbuhan tercepat, mengimpor 25% lebih banyak pada 2016-20 dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya. Kenaikan terbesar datang dari Arab Saudi (61%), Mesir (136%) dan Qatar (361%).

Asia dan Oseania adalah kawasan pengimpor senjata utama terbesar, menerima 42% dari transfer senjata global. India, Australia, China, Korea Selatan dan Pakistan adalah importir terbesar di kawasannya.

Rusia dan China sama-sama mengalami penurunan ekspor senjata, meskipun kedua negara tetap menjadi pemasok utama ke negara-negara di sub-Sahara Afrika. Ekspor senjata oleh Rusia turun 22%, sebagian besar disebabkan oleh penurunan ekspor senjata ke India sebesar 53%.

"Meskipun Rusia baru-baru ini menandatangani kesepakatan senjata besar baru dengan beberapa negara dan ekspornya mungkin akan meningkat lagi secara bertahap di tahun-tahun mendatang, Rusia menghadapi persaingan yang kuat dari AS di sebagian besar kawasan," kata peneliti Sipri Alexandra Kuimova.

Sementara, ekspor senjata dari China turun 7,8%. Pakistan, Bangladesh, dan Aljazair adalah penerima senjata China terbesar.

Simak juga Video "Biden: Setop Kekerasan Terhadap Warga Asia di AS!":

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)