Mudik Tak Dilarang, Organda Minta GeNose Ada di Terminal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 16 Mar 2021 16:45 WIB
Tes corona dengan GeNose C19
Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth
Jakarta -

Pemerintah menyebut tak bisa melarang masyarakat untuk mudik Lebaran. Namun harus tetap berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 dan protokol kesehatan yang ketat.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Organda Ateng Aryono mengungkapkan pernyataan tersebut merupakan hal yang baik. Pasalnya saat ini masyarakat ketika bepergian juga pasti akan mempertimbangkan kepentingannya. Selain itu juga ada perhitungan risiko saat pandemi.

"Semua orang rasanya sudah tahu tujuannya aman dan sebelum dia menuju ke sana pasti menyiapkan diri dalam posisi sehat," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (16/3/2021).

Ateng mengungkapkan untuk angkutan umum baik darat, laut, dan udara dalam operasionalnya sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Apalagi dengan adanya tes COVID-19 dengan harga yang lebih murah seperti GeNose diharapkan bisa mempermudah perjalanan termasuk saat mudik.

"Alat tes GeNose ini bisa jadi landasan tracing yang lebih baik dan lebih murah. Harganya masih masuk akal kalau diterapkan di terminal-terminal tipe A. Kalau untuk antigen kan mahal ya, 1 kali antigen bisa untuk GeNose 10 kali, tentu pasti penumpang dengan senang hati mengikuti," jelas dia.

Dia mengungkapkan di Organda sendiri sudah banyak operator yang menyatakan minat untuk menjadikan alat ini sebagai salah satu tes yang lebih efisien bagi para penumpang.

Namun yang menjadi tantangan untuk penyedia GeNose adalah ketersediaan dari produknya. "Diharapkan bisa diproduksi massal dan cepat sehingga bisa digunakan untuk seluruh angkutan seperti bus terutama untuk yang jarak jauh," jelas dia.

Ateng menjelaskan program vaksinasi yang sudah mulai dilakukan ini juga membuat orang lebih nyaman dalam bepergian. "Sekarang kan vaksinnya sudah mulai dilakukan, nanti kalau mau Lebaran pasti lebih banyak yang sudah divaksin," tambah dia.

Dia mengharapkan pemerintah juga memberikan perhatian khusus untuk pengemudi angkutan umum untuk program vaksinasi. Hal ini karena pengemudi adalah orang yang setiap harinya bertemu orang lain dan berisiko tinggi untuk tertular.

Lihat juga Video: Pemerintah Tak Larang Mudik Lebaran Tahun ini

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)