Alumni Program Kartu Prakerja Dapat Bantuan Modal Usaha

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 18 Mar 2021 23:06 WIB
Kartu Prakerja
Foto: Kartu Prakerja (M Fakhri Aprizal/Tim Infografis)
Jakarta -

Kabar gembira! Para alumni peserta program Kartu Prakerja bakal mendapat bantuan modal usaha. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bantuan modal usaha yang diberikan kepada para alumni peserta program Kartu Prakerja itu berasal dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Namun, fasilitas ini hanya bisa diakses oleh para alumni yang memilih untuk menjadi wirausaha.

"Jadi hari ini para wirausaha alumni yang difasilitasi mendapatkan modal usaha dan ini akan dilanjutkan dengan KUR mikro dan juga KUR reguler. Jadi terus bisa dimonitor karena datanya dimiliki" kata Airlangga dalam acara Pengarahan Presiden kepada Peserta Kartu Prakerja Tahun Anggaran 2020 dan 2021 di Istana Negara yang disiarkan oleh YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (17/3/2021).

Berdasarkan survei BPS, menurut Airlangga, terdapat 88,9% penerima atau peserta menyebut keterampilannya meningkat dan sekitar 81% mengatakan insentif yang didapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, program Kartu Prakerja berhasil menjalankan misi ganda sebagai semi bantuan sosial (bansos) di tengah pandemi COVID-19.

Dalam pelaksanaannya, program Prakerja melibatkan 7 platform digital dan 5 platform pembayaran dengan melibatkan 165 lembaga pelatihan yang memberikan sebanyak 1700 pelatihan.

Sepanjang 2020, pemerintah berhasil menerima 5,5 juta peserta dan pada tahun 2021 hingga sekarang sudah ada 1,8 juta orang yang diterima sebagai peserta. Dengan begitu, sudah ada 6,7 juta orang peserta dari 55,6 juta orang yang mendaftar Kartu Prakerja.

Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan, program Kartu Prakerja juga berkontribusi pada inklusi keuangan khususnya kepada 25% peserta yang selama ini belum pernah punya rekening perbankan.

"Program ini mengakselerasi inklusi keuangan sebanyak 25% penerima, belum pernah punya rekening atau juga belum punya e-wallet dan ini tentu program pembelajaran yang dibutuhkan di era digital yaitu secara daring dan mandiri," ungkapnya.

(hns/hns)