Pemprov DKI Klaim Cabai cs Melimpah, Pasokan Bulan Puasa Aman

Tiara Aliya Azzahra - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 14:36 WIB
Pedagang sayur melayani pembeli di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Rabu (6/1/2021). Harga cabai rawit merah di daerah tersebut naik dari Rp80 ribu menjadi Rp97 ribu per kilogram sejak dua hari lalu akibat pasokan berkurang. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/rwa.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan 10 bahan pangan strategis aman terkendali. Terutama untuk menjaga ketersediaan bahan pangan selama bulan puasa nanti

"Berdasarkan pantauan petugas kami di lapangan 10 pangan strategis, beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, gula pasir dan minyak goreng tersedia bahkan beras, gula pasir, minyak goreng tersedia cukup melimpah. Masyarakat tidak perlu takut/ khawatir dengan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan tahun 2021," kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Suharini Eliawati melalui keterangan tertulis, Jumat (19/3/2021).

Suharini menjamin ketersediaan stok pangan di Ibu Kota cukup memenuhi kebutuhan selama sebulan ke depan. Sebagai gambaran, Suharini memaparkan kebutuhan beras saat ini sebanyak 82.334 ton. Di sisi lain, stok beras yang tersedia sebanyak 305.313 ton. Kemudian, stok bawang merah saat ini 2.844 ton bisa mencukupi kebutuhan warga sebesar 2.484 ton.

"Bawang putih dibutuhkan 1.563 ton tersedia 1.747 ton, cabai merah keriting dibutuhkan 2.095 ton tersedia 2.117 ton, cabai rawit merah dibutuhkan 1.375 ton tersedia 1.406 ton, daging sapi dibutuhkan 1.965 ton tersedia 15.064 ton, daging ayam dibutuhkan 8.091 ton tersedia 8.900 ton, telur ayam diperlukan 7.399 ton tersedia 8.218 ton, gula pasir diperlukan 4.239 ton tersedia 11.184 ton dan minyak goreng diperlukan 7.963 ton tersedia 24.121 ton," jelasnya.

Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta akan rutin menggelar pengawasan serta pemantauan harga dan stok pangan di sejumlah pasar. Pengawasan terus digencarkan bersama instansi terkait lainnya.

"DKPKP juga akan terus berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan Kementan, DPPKUKM (Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM DKI Jakarta), Bulog untuk pelaksanaan gelar pangan murah dan operasi pasar untuk meringankan beban masyarakat jika terjadi kenaikan harga pangan," ucapnya.

"Untuk menjamin mutu keamanan pangan DKPKP dan Balai Besar POM DKI Jakarta akan rutin menggelar pengawasan pangan guna menjamin pangan yang dikonsumsi warga Jakarta aman dari bahan kimia berbahaya seperti formalin, borax, residu pestisida, klorin, pewarna sintetis dan lain-lain," sambungnya.

Simak juga 'Cuaca Ekstrim, Petani Cabai di Tasikmalaya Gagal Panen':

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)