Neraca Dagang Surplus Lebih Tinggi dari Sebelum COVID-19, Pertanda Apa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 10:53 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif Januari-Februari 2021 mengalami surplus US$ 3,97 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Januari-Februari 2020 sebelum COVID-19 resmi ada di Indonesia.

"Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia alami tren surplus di Februari, Januari-Februari surplusnya US$ 3,9 billion. Jadi diingat pandemi belum terjadi, pandemi baru mulai Maret," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (23/3/2021).

Dalam bahan paparannya, dijelaskan bahwa kinerja ekspor pada Februari 2021 lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. hal ini dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas.

"Kalau kita lihat dari Januari-Februari tahun ini sangat menggembirakan. Total ekspor kita yoy tumbuh 8,56%, migasnya tumbuh, dan non migasnya juga tumbuh. dan ini didukung pertanian," ujarnya.

Kinerja ekspor Februari 2021 tumbuh 8,56% year on year (yoy) didorong ekspor non migas. Kinerja impor Februari 2021 juga tumbuh 14,86% ditopang oleh pertumbuhan impor non migas.

"Impor kita juga naik 14,6%, non migas naik dan migasnya turun," katanya.

(hek/ara)