Ambisi Samsung Salip Huawei hingga Nokia di Proyek 5G

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 14:53 WIB
FILE - In this July 6, 2011, file photo, Samsung Chairman Lee Kun-hee, right, greets people from the South Korean delegation in Durban, South Africa, for the 123rd International Olympic Committee (IOC) session that will decide the host city for the 2018 Olympics Winter Games. Lee, the ailing Samsung Electronics chairman who transformed the small television maker into a global giant of consumer electronics, has died, a Samsung statement said Sunday, Oct. 25, 2020. He was 78. (AP Photo/Schalk van Zuydam, File)
Foto: AP/Schalk van Zuydam
Jakarta -

Samsung Electronics Co mengatakan pihaknya telah memenangkan kontrak dari operator seluler Jepang NTT Docomo Inc untuk memasok peralatan jaringan 5G.

Dikutip dari Reuters, Selasa (23/3/2021), kontrak itu akan mencakup dukungan Jaringan Akses Radio Terbuka (Open RAN), yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada salah satu vendor dengan membuat setiap bagian dari jaringan telekomunikasi dapat dioperasikan.

Teken kontrak dengan raksasa Jepang menjadi pertanda bahwa Samsung sebagai penantang bisnis peralatan telekomunikasi. Samsung mencoba untuk menantang perusahaan yang mendominasi di proyek jaringan 5G termasuk Huawei dari China, Ericsson dari Swedia, dan Nokia dari Finlandia.

Selain itu, Samsung juga menjadi terkenal usai memenangkan kontrak 5G senilai US$ 6,6 miliar dari Verizon di Amerika Serikat, menggantikan Nokia.

Ada lagi, Samsung telah teken kontrak dengan SaskTel Kanada awal bulan ini serta tengah dalam pembicaraan dengan operator telekomunikasi Eropa untuk mendapatkan pijakan di benua itu.

"Pengumuman ini mengukuhkan posisi Samsung sebagai pemasok utama 5G RAN," kata Wakil Presiden di perusahaan riset Dell'Oro, Stefan Pongratz.

Tonton juga Video: Buktikan Langsung Main Basah-basahan Pakai Samsung Galaxy A72

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)