ADVERTISEMENT

Pengusaha Sebut Daging Sapi Campur Kerbau Dijual di Pasar, Ini Kata Bulog

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 17:29 WIB
Bulan suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Pemerintah memprediksi harga daging sapi dan kerbau akan naik selama bulan suci Ramadhan dan lebaran Idul Fitri nanti.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Pemerintah melalui Perum Bulog kembali mengimpor daging kerbau dari India tahun ini. Impor daging kerbau sudah menjadi agenda rutin tahunan pemerintah untuk melakukan stabilisasi harga daging di dalam negeri.

Namun, menurut Ketua Komite Tetap Industri Peternakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Yudi Guntara Noor tujuan itu belum tercapai sepenuhnya, karena maraknya aksi pedagang pasar menjual daging sapi dan kerbau yang dicampur.

"Tidak ada daging beku itu dijual, kecuali di pasar institusional. Kalau di pasar becek, ini dijual sebagai daging segar. Mereka cairkan, campurkan daging kerbau dan daging sapi. Jadi di sini adalah bagaimana kita memasukkan daging impor harus dikaji lagi ujungnya, karena konsumen tidak mendapatkan harga yang pemerintah inginkan pada akhirnya, harga yang terjangkau. Yang ada adalah bagaimana harga sapi tetap tinggi, tapi juga margin di level pedagang meningkat, karena mereka mencampur," ungkap Yudi dalam webinar Meat & Livestock Australia (MLA), Senin (22/3/2021).

Merespons hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal menegaskan, Bulog mendistribusikan daging kerbau di Indonesia dengan tujuan stabilisasi harga dan juga memberikan pilihan bagi masyarakat dalam memilih protein hewaninya.

"Intinya ini kan masyarakat agar ada pilihan, dan kedua supaya harga (daging sapi) itu tidak bertengger di Rp 120.000/Kg, kan tujuannya stabilisasi harga," tegas Awaludin kepada detikcom.

Bulog pun memiliki jalur sendiri dalam mendistribusikan daging kerbau tersebut.

"Kami ada jalur, namanya perdagangan semua ada leveling. Ada yang besar, menengah, kemudian pengecer. Nah sudah ada juga beberapa daerah yang secara langsung dipasok dari kantor pusat, jadi dikirim ke daerah sebagian," urainya.

Adapun pengawasannya di pasar, menurutnya ada instansi lain yang berwenang.

"Kalau ada praktik seperti itu, ada institusi yang lebih berwenang untuk menangani itu. Kalau di semua tingkat perdagangan itu bagaimana kita mengawasinya?" tandas dia.

Lihat juga video 'Tak Andalkan Impor, Jabar Suplai Daging Sapi dari NTB':

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT