Pupuk Eceng Gondok Danau Toba Bakal Dipakai buat Food Estate

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2021 18:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meninjau kawasan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara,
Foto: Dok. Kementerian Pertanian
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta terobosan dalam pengembangan pupuk untuk food estate Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Luhut ingin pupuk kompos untuk food estate diolah dari enceng gondok yang ada di Danau Toba.

Luhut memperkirakan pupuk tersebut bisa menggenjot hasil produksi tanam food estate hingga 20%.

"Itu (pupuk eceng gondok) akan kita coba di sini. Kalau bangsa ini melakukan pekerjaan secara terintegrasi untuk kepentingan seperti ini, tidak ada yang tidak mungkin, kita ini harus bangga sebagai bangsa yang bangga," kata Luhut dalam keterangannya, Rabu (24/3/2021).

Sebagai informasi, Selasa kemarin Luhut baru saja melakukan panen perdana komoditas kentang di food estate Humbang Hasundutan di Sumatera Utara. Luhut menilai panen yang dilakukan memberikan hasil kentang yang cukup baik.

Dia menjabarkan dari hasil panen yang dilakukan lebih dari 70% sudah memiliki kualitas rata-rata nasional. Namun, masih ada 12% hasil panen yang masih buruk.

"Bahwa mungkin ada yang tidak terlalu berhasil, Pak Syahrul mengatakan ada 12% yang belum terlalu bagus. Tapi 70% itu sudah rata-rata nasional, sehingga jika diambil rata-rata tetap lebih bagus hasil panen perdana ini," kata Luhut.

Luhut menargetkan pada 2024 akan ada 20.000 hektare lahan yang tergarap di food estate Humbang Hasundutan.

Dia mengatakan 4.000 hektare tanah akan digarap jadi food estate tahun depan di Humbang Hasundutan, sementara untuk tahun ini tanah yang akan digarap mencapai 1.000 hektare.

"Kami bekerja keras untuk itu, kalau ini jadi semua kita berharap tahun ini 1.000 hektare yang akan digarap. Kemudian land clearing di lahan 1.500 hektar dan kita berharap tahun depan bisa lebih dari 3.500-4.000 hektar yang telah terolah," jelas Luhut.

(hal/hns)