Dituding Anggota DPR Selundupkan Baja, Krakatau Steel Menjawab

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 25 Mar 2021 06:32 WIB
Krakatau Steel (istimewa)
Foto: Krakatau Steel (istimewa)
Jakarta -

Kabar miring diembuskan Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir terhadap PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Anggota dewan dari Partai Demokrat itu menuding perusahaan milik negara itu menyelundupkan baja dari China.

Kata dia, baja yang diimpor dari Negeri Tirai Bambu itu dicap atau diberi stempel Krakatau Steel. Hal tersebut dilakukan untuk membuat seolah-olah itu adalah produk mereka.

"Melebur bajanya dari China, tapi barang ini dari China sudah dicap pakai Krakatau Steel," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dirut Krakatau Steel Silmy Karim disiarkan langsung, kemarin Rabu (24/3/2021).

Menurutnya hal itu merugikan negara hingga Rp 10 triliun, lantaran terjadi pengemplangan pajak dari praktik tersebut.

"Saya melihat ada harga selisih yang dinikmati Krakatau Steel dan pengemplangan pajak. Sekarang kasusnya ada di Polda Metro kurang lebih hampir Rp 10 triliun (potensi kerugian negara)," sebutnya.

Dia meminta hal tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan rapat gabungan dengan Komisi III DPR RI. Komisi tersebut memiliki ruang lingkup yang salah satunya adalah hukum.

Apa kata Bos Krakatau Steel? jawabannya di halaman selanjutnya.

Simak juga 'Saat Krakatau Steel Dapat Keringanan Bayar Utang Senilai Rp 27 Triliun':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2