Mudahkan Petani, Ini Sederet Teknologi Mekanisme Pertanian Kementan

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 14:29 WIB
Kementan
Foto: Angga Laraspati/detikcom
Tangerang Selatan -

Dalam membantu para petani padi, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki sederet teknologi yang mampu memudahkan mekanisme pertanian. Teknologi berupa alat dan mesin tersebut kerap diberikan kepada petani yang hingga kini jumlahnya sudah mencapai ribuan bantuan.

Kepala Biro Humas dan informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri mengatakan Kementan terus mengembangkan berbagai inovasi dan teknologi pada mekanisme pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisme Pertanian (BBP Mektan).

"Kita mengembangkan traktor yang lebih efisien yang bisa digunakan di berbagai jenis lahan seperti lahan rawa kering dan bisa lebih murah (harganya). Ini diproduksi oleh temanBBPMektan," ucapKuntoro kepadadetikcom saat ditemui pada acara Tani On Stage di Balai Besar Pengembangan Mekanisme Pertanian,Serpong,Tangerang Selatan, Jumat (26/3/2021).

Tak hanya traktor, Kuntoro melanjutkan, Kementan juga mengembangkan alat dan mesin tanam yaitu rice planter. Alat ini memudahkan petani untuk menanam padi dengan cara yang lebih mudah.

"Kemudian alat dan mesin panen atau combine harvester, ini bermacam-macam bentuknya ada yang pas kita panen masuk ke combine harvester keluarnya gabah ada juga yang bentuknya langsung padi," tutur Kuntoro.

Kementan juga mengembangkan alat dan mesin pasca panen seperti penggilingan yang mampu memisahkan bulir beras dari kulitnya. Dengan adanya mesin ini, kualitas hasil pertanian akan lebih baik dan bagus.

"Jadi di semua aktivitas di kegiatan pertanian itu diperlukan (teknologi mekanisme) untuk mendukung efisiensi, meningkatkan produksi dan kualitas produk, mengurangi waktu atau jumlah curahan upah tenaga kerja," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Koordinator Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Perekayasaan dan Pengujian BPP Mektan Harsono MP mengatakan dalam mengembangkan teknologi mekanisme pertanian, pihaknya harus melewati beberapa langkah sebelum nantinya teknologi tersebut bisa dipatenkan.

"Di BBP mektan kita coba untuk menggali alat dan mesin pertanian untuk masyarakat yang berdasarkan masukan dari petani dan pimpinan serta orang-orang yang berkecimpung di sektor yang sama," kata Harsono.

Dari masukan tersebut, BBP Mektan memiliki satu ide untuk menggarap suatu alat dan mesin pertanian. Kemudian BBP Mektan akan mematangkan konsep dengan mendiskusikannya hingga membuat prototipe.

"Nah terus kita uji fungsional apakah fitur-fiturnya sudah mendukung atau belum. Kalau sudah bagus baru kita bawa ke lapangan untuk dibuktikan sudah sesuai atau belum, nah kalau belum kita perbaiki dan seterusnya," tandas Harsono.

"Kalau sudah bagus kita akan mengajukan paten untuk alat tersebut, paten keluar baru kita menerima atau memberikan lisensi kepada swasta yang untuk diproduksi," tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Penyedia Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Sri Hantoro menyebutkan mekanisme pertanian dibutuhkan karena tenaga kerja pertanian khususnya di sentra-sentra pertanian sudah mulai menurun.

"Jadi pemerintah langsung cepat tanggap dalam menghadapi masalah ini melalui program mekanisasi. Dalam hal ini kementan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian pastinya sesuai dengan kriteria," imbuh Sri Hantoro.

Ia pun berharap dengan adanya modernisasi pertanian khususnya mekanisme pertanian mampu menyingkat waktu baik itu mengolah tanah, tanam hingga panen dan juga meningkatkan hasil dan mutu dari hasil panen yang dihasilkan.

"Sehingga bila ada efisien waktu, biaya dan mutu hasil yang baik tentu hasilnya akan ikut baik juga meningkatkan tentu yang dapat untung adalah petani kita," katanya.

Sebagai informasi, hari ini Kementerian Pertanian menggelar acara Tani On Hub yang diselenggarakan di Balai Besar Pengembangan Mekanisme Pertanian. Kegiatan kali ini mengambil tema 'Pemanfaatan Inovasi Alat dan Mesin Pertanian di Era Pertanian Modern'.



Simak Video "Ekspresi Jengkel Jokowi soal Subsidi Pupuk yang Besar Tak Buahkan Hasil"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)