Luhut Ingin Alokasikan 1,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca untuk Bali

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 14:42 WIB
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images)
Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Provinsi Bali akan memperoleh 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca dalam waktu dekat. Vaksin tersebut diperkirakan akan datang bulan ini atau April mendatang.

"Saya baru saja mendapat kabar dari Jakarta, kami akan berbicara kepada Gubernur terkait vaksin AstraZeneca akan lebih banyak untuk Bali. Jadi kami harap Bali bisa memperoleh 1,5 juta vaksin. Harapannya di bulan ini atau bulan depan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Bali Investment Forum 2021 yang disiarkan virtual, Jumat (26/3/2021).

Program vaksinasi ini bertujuan untuk menekan penyebaran COVID-19 di Pulau Dewata, sehingga bisa mendongkrak jumlah wisatawan domestik.

"Pariwisata, salah satu sektor terpenting bagi kami. Tapi sekali lagi, Bali adalah salah satu targetnya. Jadi kami akan terus berupaya keras," tutur Luhut.

Luhut menjelaskan, wisatawan domestik punya peran penting dalam pertumbuhan sektor pariwisata. Pasalnya, sekitar 90% dari total wisatawan di Indonesia adalah wisatawan domestik.

"Bagi kami, wisatawan internasional sangat penting. Tapi jika kami bisa meningkatkan lebih banyak wisatawan domestik, itu juga bisa membantu sektor pariwisata," imbuh dia.

Dalam konferensi pers Bali Investment Forum, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan permintaan kepada Pemerintah Pusat untuk memvaksinasi 3 juta penduduknya.

"Bali akan diprioritaskan untuk divaksinasi. Dari total penduduk 4,5 juta, Bali itu 70% atau sekitar 3 juta kami mohonkan divaksin. Dan paling lambat yang 2,5 juta itu bisa divaksin pada paling lambat Juli," tutur dia.

Dengan demikian, harapannya pada bulan Juli pemerintah bisa membuka Bali untuk wisatawan asing.

"Sehingga arahan Bapak Presiden bulan Juli itu secara bertahap dan terbatas wisatawan mancanegara bisa dimulai. Untuk tahap berikut, setelah Juli itu bisa," pungkasnya.

(vdl/zlf)