Pesan Penting BPKP buat Pemda Se-Jawa Tengah

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 15:45 WIB
Kepala BPKP dan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyampaikan pesan penting kepada pemerintah daerah di Jateng terkait akuntabilitas keuangan dan pembangunan. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun menyinggung kehati-hatian dalam refocusing anggaran dalam masa pandemi COVID-19 ini.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh hadir Rapat Koordinasi Pengawasan Intern (Rakorwasin) Keuangan dan Pembangunan Tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan BPKP RI di gedung Gradhika Bhakti Praja hari ini. Perwakilan 35 kepala daerah se-Jateng hadir dalam acara tersebut.

Yusuf mengatakan kolaborasi diperlukan dalam pengawasan agar program yang sudah berjalan bisa rampung dan juga transparan dalam penganggarannya.

"Diperlukan sinergi dan kolaborasi pengawasan untuk dapat memastikan keselarasan program strategis antara pemerintah pusat dan daerah. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di daerah juga perlu merancang strategi pengawasan yang disesuaikan dengan risiko yang dihadapi," kata Yusuf di lokasi, Jumat (26/3/2021).

"BPKP dari awal siap mendampingi dengan pemerintah daerah dengan inspektorat serta memastikan program dilaksanakan tepat sasaran," tegasnya.

Sementara itu Ganjar mengatakan kepada pemerintah daerah agar hati-hati mengelola anggaran terlebih lagi ada refocusing dalam menghadapi pandemi yang sudah berjalan satu tahun ini.

"Kemarin kita diminta refocusing, memang anggaran-anggaran dalam posisi kedaruratan ini agak luwes. Keluwesan ini kalau kita tidak pruden, tidak hati-hati, tidak bisa akuntabel maka akan jadi persoalan. Contohnya sudah ada," tandas Ganjar.

Maka dengan rakor yang digelar BPKP di Jateng hari ini, Ganjar berharap APIP bisa membuat segala hal menjadi jelas dan aman

"Mudah-mudahan ini ada narsum yang hebat-hebat, kompetensinya pada posisi high level maka saya harapkan bapak ibu terbuka, nanti bagaimana cara kita menyusun, bagaimana APIP bisa paling depan, bagaimana review bisa jadi lebih terang, agar kita aman dan bisa melaksanakan dengan baik," tegas Ganjar.

(alg/hns)