Petani Buka Suara soal Pihak yang Ngotot Impor Beras

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 27 Mar 2021 10:45 WIB
Pemerintah berencana impor beras 1 juta ton. Dirut Perum Bulog Budi Waseso pun buka-bukaan soal kondisi ratusan ribu ton beras impor yang belum terpakai.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional mengungkap alasan dibalik rencana impor beras 1 juta ton. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal KTNA Nasional Zulharman Djusman sebenarnya rencana itu sudah dirancang sejak tahun lalu.

"Ya Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto) dan Mendag (Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi) masih ingin menyetok beras sebenarnya memang sudah diprediksi untuk tahun kemarin," ujar Zulharman kepada detikcom, Sabtu (27/3/2021).

Alasannya, karena stok beras tahun lalu sebagian harus disalurkan sebagai bantuan kepada masyarakat untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu, pemerintah kemudian menetapkan rencana mengimpor beras demi menjaga stok tahun ini.

Akan tetapi, tiba-tiba ada perubahan yang membuat beras tidak lagi disalurkan sebagai bantuan, mengakibatkan stok beras di Perum Bulog malah jadi menumpuk.

"Cuma karena sekarang ada perubahan kepada BLT jadi untuk stok beras ini masih menumpuk sedangkan menumpuk ini sudah dari tahun kemarin," imbuhnya.

Maka tak heran, kemudian banyak beras impor di Bulog yang turun mutu karena terjadi penumpukan dan masih dibungkus dalam karung.

"Cara penyimpanan di Bulog ini masih menggunakan karung maka terjadilah penurunan mutu, penurunan kualitas terhadap beras. Nah ini yang terjadi kemarin pak Buwas mengatakan bahwa beras di gudang Bulog semuanya tidak sesuai mutu standar yang bisa dikeluarkan di masyarakat," sambungnya.

Akhirnya, terjadi pengurangan stok beras yang ada di gudang Bulog.

"Inilah yang memacu untuk Menko dan Mendag untuk mengimpor beras kembali untuk masalah stok beras," terangnya.

Sebelumnya, wacana impor beras 1 juta ton pertama kali tampak dalam bahan paparan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto awal Maret lalu.

Selanjutnya, hal itu diperkuat oleh pernyataan Menteri Perdagangan M Lutfi. Lutfi menyebut impor beras ini akan digunakan sebagai iron stock atau barang yang disimpan di Bulog sebagai cadangan dan selalu ada.

Namun, baru kemarin malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara menanggapi masalah impor beras. Jokowi memastikan tidak akan terjadi impor beras sampai Juni 2021 mendatang.

"Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia," ujar Jokowi dalam live pernyataan Presiden terkait impor beras, di Istana Merdeka, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden Jumat (26/3/2021).

(ara/ara)