Bom di Depan Gereja Katedral Makassar Bikin Investor Ragu Investasi di RI?

ADVERTISEMENT

Bom di Depan Gereja Katedral Makassar Bikin Investor Ragu Investasi di RI?

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 28 Mar 2021 12:15 WIB
Ledakan di Gereja Katedral Makassar (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Foto: Ledakan di Gereja Katedral Makassar (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Jakarta -

Ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar sekitar pukul 10.28 WITA. Belakangan ledakan tersebut diduga adalah aksi bom bunuh diri.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Sarman Simanjorang mengaku sangat menyayangkan kejadian itu. Ledakan di depan Gereja Katedral Makassar dinilai dapat mempengaruhi iklim investasi di Indonesia.

"Dunia usaha sangat mengutuk keras kelompok yang melakukan bom di gereja katedral Makassar. Kejadian ini tentu akan mempengaruhi iklim investasi kita dan sedikit banyak akan mempengaruhi berbagai program yang dilakukan pemerintah untuk menggaet investor masuk ke Indonesia," kata Sarman, Minggu (28/3/2021).

Apalagi ini terjadi di tengah upaya pemerintah mendorong investasi masuk ke Indonesia. Selain dapat meragukan investor, ledakan di depan Gereja Katedral Makassar juga dapat mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat.

"Kita akan mendukung Pihak Polri untuk segera mengusut dan menangkap kelompok pelaku bom ini sampai ke akar-akarnya sehingga dapat menenangkan masyarakat. Yang paling penting mampu meyakinkan investor untuk tidak ragu menanamkan modalnya di Indonesia," ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal. Pemerintah disebut harus bergerak cepat menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terjadi karena bisa berdampak terhadap investasi.

"Ini bergantung dari sejauh mana pemerintah bisa merespons untuk meredam kasus ini agar tidak terjadi kejadian serupa secara berturut-turut. Sepanjang itu bisa dilakukan saya rasa iklim investasi tidak akan banyak terganggu," kata Faisal.

Faisal menilai investor akan ragu tanam duit di Indonesia jika mempertimbangkan hal-hal dari sisi kebijakan. Jika kejadiannya hanya sekali dan tidak beruntun, disebut tidak banyak berpengaruh.

"Kalau investor di sektor keuangan mereka juga lebih memikirkan atau mempertimbangkan hal-hal yang lebih fundamental misalnya dari sisi kepastian kebijakan, pasar, bahan baku, hal-hal fundamental seperti itu. Jadi kalau cuma kejadian sekali seperti ini mungkin belum banyak terpengaruhi," ujarnya.

Meskipun ledakan di depan Gereja Katedral Makassar ini kemungkinan akan ada sedikit pengaruh yang membuat pasar bursa saham atau Surat Berharga Negara (SBN) bergejolak. "Tapi gejolaknya saya rasa juga masih relatif short term atau reaksi sesaat saja," tandasnya.

(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT