Kalla Tegaskan Lagi Blok Cepu Hak Prerogatif SBY
Kamis, 02 Mar 2006 10:52 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menegaskan kembali keputusan soal penyelesaian Blok Cepu ada di tangan Presiden SBY. Jika masalah operator di blok ini sudah diputuskan, ia yakin ekonomi di Jawa Tengah dan Jawa Timur akan lebih maju lagi.Kalla mengungkapkan hal itu saat membuka seminar nasional bertajuk "DPD RI dalam Penguatan Demokrasi di Indonesia" yang digelar DPD di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (2/3/2006)."Persoalan Blok Cepu keputusan terakhirnya berada di tangan Presiden. Yang lebih penting adalah bagaimana bangsa ini secara ekonomi bisa lebih maju," kata Kalla.Karena itu harus segera diputuskan, bagaimana Indonesia bisa memproduksi minyak dengan segera dengan jumlah yang lebih besar. "Apa pun hasilnya, yang kita pilih adalah yang terbaik untuk bangsa," ujarnya.Pihak ExxonMobil maupun Pertamina nantinya, imbuh Kalla, akan bekerja secara maksimal. "Dan dengan adanya ini maka diharapkan Jateng maupun Jatim bisa lebih maju. Tapi soal operatornya sampai saat ini belum bisa dipastikan," kata dia sambil menambahkan bahwa sistem kontrak Blok Cepu kemungkinan joint dengan modal 50:50.Pada 27 Februari lalu, Ketua Tim Negosiasi Pemerintah untuk Penyelesaian Blok Cepu Roes Ariawidjaya mengatakan, tim segera menyerahkan persoalan operator di blok itu kepada Menko Perekonomian Boediono selaku tim pengarah. Sebab sebagai tim pelaksana, pihaknya hanya mengumpulkan fakta-fakta selama proses negosiasi berlangsung, apa kemauan Pertamina dan apa kemauan ExxonMobil. Tim pengarah yang diketuai Presiden beranggotakan Menteri ESDM, Menneg BUMN, dan Menkeu ini yang nantinya memutuskan siapa yang menjadi operator di Blok Cepu.
(umi/)











































