RI Batal Impor Beras Sampai Juni, What's Next?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 29 Mar 2021 14:57 WIB
Sebanyak 3.000 ton beras Vietnam sisa impor pada 2018 masih ngendon di Banyuwangi. Ribuan ton beras itu tersebar di gudang-gudang Bulog di Banyuwangi.
Foto: Ardian Fanani/detikcom
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan RI tak akan impor beras sampai Juni 2021. Hal itu ditegaskan Jokowi di tengah polemik rencana impor beras 1 juta ton. Lantas, bagaimana setelah Juni?

Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas menyampaikan bahwa setelah Juni akan dilakukan evaluasi terkait beras yang berhasil diserap oleh Bulog.

"Nah, bulan Juni itu akan dievaluasi bagaimana penyiapan kita termasuk stok beras yang ada secara nasional di masyarakat, di petani, di rumah tangga seperti apa," kata Buwas dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3/2021).

Andai kata setelah Juni tidak ada panen lagi dan hasil serapan oleh Bulog tidak mencukupi maka harus dicarikan solusi lain, salah satunya adalah impor beras.

"Apakah perlu dengan prediksi nanti Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember prediksinya tidak ada panen, umpama, maka harus ada solusi jalan kedua. Nah, kita perlu impor atau tidak nih karena kurang," jelasnya.

"Tapi kalau nanti ternyata Agustus-September itu ada panen maka saya kira jumlahnya besar juga. Ya kita lihat, kita kan tidak boleh berandai-anda ya tapi kepastian, maka data itu yang menentukan. Oleh sebab itu kita berpedoman pada data BPS dengan Menteri Pertanian," sambung mantan Kabareskrim itu.

Setidaknya, pihaknya menargetkan bisa menyerap 1,4 juta ton beras dari produksi dalam negeri di tahun ini. Jika tambah dengan stok yang lalu sebanyak 800 ribu ton, maka stok akhir bisa mencapai 2,2 juta ton untuk tahun ini.

"Paling tidak prediksi saya sampai bulan Juni atau Mei nanti kita sudah bisa mencapai 1,4 juta ton stok yang ada di Bulog," tambahnya.



Simak Video "Jokowi: Tidak Ada Impor Beras Sampai Juni 2021!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)