Departemen ESDM Rapatkan Barisan Soal Blok Cepu

Departemen ESDM Rapatkan Barisan Soal Blok Cepu

- detikFinance
Kamis, 02 Mar 2006 14:01 WIB
Jakarta - Setelah melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, makin intensif membahas sikap lembaga ini untuk penyelesaian Blok Cepu."Kita akan membahas paparan yang telah disampaikan pada siang ini, saya akan panggil staf saya seperti Dirjen Migas hari ini. Menteri ESDM akan menentukan posisinya sejauh itu kewenangan Departemen ESDM," kata Purnomo.Hal itu diungkapkan Purnomo disela pembahasan RUU Mineral dan Batubara (Minerba) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/3/2006).Menurut Purnomo, penentuan posisi ini juga dilakukan pihak Menneg BUMN. Namun dia menolak menjawab apakah sikap yang diambilnya sama dengan Menneg BUMN."Saya mungkin punya gambaran tapi saya akan tetap melakukan pembahasan dengan staf saya," katanya.Hasil rapat dengan Wapres dan Menneg BUMN Rabu kemarin (1/3/2006), menurut Purnomo, mengenai beberapa hal yang telah disepakati dan yang belum disepakati. Masalah itu antara lain, apakah pengelolaan dilakukan Pertamina, ExxonMobil atau secara bersama-sama."Tetapi bagi pemerintah yang penting bagaimana penyelesaian dilakukan secara bottom up, artinya penyelesaian bisa dilakukan setingkat business to business antara Exxon dan Pertamina, kalau itu kita malah senang," tuturnya.Selain 5 faktor yang telah ditentukan, penentuan operatorship Blok Cepu juga terdapat faktor lain yang menjadi tambahannya."Saya kira ada beberapa faktor lagi, tapi saya tidak tahu persis. Kita minta dilengkapi oleh mereka (Exxon) untuk tambahan tersebut," katanya.Kelima faktor yang akan dipertimbangkan adalah Pertama, kemampuan men-deliver produksi sesuai target waktu yang lebih cepat. Kedua, bagaimana sistem logistik support dan maintenance yang nanti akan disediakan oleh operator. Ketiga, kesiapan financing. Keempat, kemampuan teknologi. Kelima, pengalaman si operator dalam melakukan eksplorasi di daerah lain. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads