SBY: Pertamina Akan Di-overhaul
Kamis, 02 Mar 2006 15:04 WIB
Jakarta - Pemerintah akan melakukan overhaul alias pemeriksaan secara menyeluruh terhadap PT Pertamina (persero). Langkah itu diambil agar kinerja pertamina lebih baik di masa depan."Kita akan overhaul Pertamina," tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat bertemu dengan masyarakat Indonesia di Yangoon, Myanmar, seperti dikutip dari AFP, Kamis (2/3/2006).Presiden SBY mengaku Pertamina sudah lama ingin melakukan restrukturisasi dan reformasi. Namun setelah dievaluasi, restrukturisasi dan reformasi yang dilakukan Pertamina berjalan dengan lambat, kurang nyata, dan kurang efektif."Sudah saatnya untuk kita lakukan suatu restrukturisasi yang nyata dengan tahapan yang jelas dan bisa kita ukur," tegas SBY.Presiden juga membandingkan Pertamina dengan Petronas. Perusahaan Malaysia ini, kata SBY, bisa memiliki kinerja yang lebih baik meski dulunya merupakan 'anak didik' Pertamina. Restrukturisasi terhadap Pertamina diharapkan akan meningkatkan pendapatan dari migas.Menanggapi pernyataan SBY, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pihaknya tidak mempunyai kepentingan untuk melakukan restrukturisasi pada jajaran direksi Pertamina."Pergantian direksi Pertamina lewat Tim Penilai Akhir (TPA) dan Menteri ESDM tidak ikut tanda tangan," tegas Purnomo di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.Purnomo juga mengaku belum mendengar pernyataan presiden tersebut. "Saya sendiri belum pernah dengar statemen presiden karena sejak pagi ada di DPR," tandasnya.Sementara Ketua Komisi VII DPR Agusman Effendi menambahkan, restrukturisasi di tubuh Pertamina memang sudah harus dilaksanakan. Namun keputusan tersebut berada sepenuhnya di tangan pemerintah."Soalnya ini adalah domain dari pemerintah untuk pergantian itu. Kita hanya memberi penilaian," ujar Agusman.Dalam pandangannya, Pertamina saat ini memang bergerak di sektor hulu dan hilir. Untuk hulu, Pertamina mengelola lapangan sendiri paling banter hanya menghasilkan minyak 40-50 ribu barel per hari."Sedangkan job yang dilakukan pemerintah dengan perusahaan asing bisa menghasilkan 100 ribu barel per hari. Jadi ada tren yang tidak menggembirakan dalam soal kinerja," katanya.Sedangkan di posisi hilir, Pertamina memang saat ini menguasai penjualan BBM. Dan ketika ada pemain baru, masyarakat punya pandangan tersendiri soal masuknya investor asing yang bergerak di sektor hilir migas.Masyarakat, imbuh Agusman, lebih menyukai mengisi BBM dari SPBU milik Shell dan Petronas karena tidak ada kekhawatiran ukurannya akan dikurangi dan soal kualitas BBM."Jadi saat ini bisa diukur bagaimana kinerja Pertamina di sektor hilir migas karena dulu kan Pertamina tidak saingan," tandas Agusman.
(qom/)











































