Klinik Bisnis: Pengembangan UMKM dari Daerah untuk Indonesia

Content Promotion - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 12:02 WIB
Klinik Bisnis
Monica Putri Rasyid, penggiat UMKM yang rela tinggalkan kemewahan demi bangun daerah
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih berlangsung. Dampak yang ditimbulkan mengakibatkan sebagian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus gulung tikar.
Persoalan ini menjadi perhatian dari Monica Putri Rasyid, CEO Klinik Bisnis (KB) dan Abdul Rasyid Foundation (ARF).

Diketahui sebelumnya, ARF sering memberikan bantuan pada berbagai sektor, termasuk pendidikan. Salah satunya melalui Pendidikan Gratis bagi putra-putri di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Melalui Klinik Bisnis, Monica yang merupakan lulusan Bone University, melakukan pemberdayaan agar UMKM bisa mendapatkan bimbingan wirausaha, membuka perluasan jaringan bisnis, mendapatkan pelatihan profesional dan pendidikan yang didukung dengan beragam fasilitas, serta mendapatkan bantuan pendanaan secara langsung.

"Pada Tahun 2021 ini, kami memberikan bantuan pembinaan kepada UMKM dengan total 250 juta rupiah di Kalimantan Tengah," ujar Monica dalam keterangan tertulis.

Klinik BisnisMembentuk komunitas Klinik Bisnis yang merupakan keberlanjutan dari Abdul Rasyid Foundation Foto: Klinik Bisnis

Putri pengusaha nasional Abdul Rasyid dan Ibu Hj. Nuriyah ini mengaku ide melakukan pemberdayaan tercetus secara tidak sadar, sebagai bentuk kepedulian memberikan dukungan moril dan materiil kepada pelaku UMKM di Kalteng yang sempat terpuruk di masa pandemi COVID-19.

"Saya melihat, pandemi ini saatnya kita mampu bergandengan tangan bersama dan bisa kita jadikan kesempatan untuk dapat berusaha dengan lebih kreatif dan inovatif, sehingga melalui klinik bisnis, saya harap menjadi sarana dalam membantu pegiat umkm kita," terangnya.

Perempuan kelahiran Banjarmasin ini menilai, pemilik UMKM masih belum memiliki sistem atau infrastruktur yang baik dari sisi finansial dan manajemen. Oleh karena itu, Klinik Bisnis hadir untuk memberikan solusi nyata membantu usaha UMKM agar bisa bangkit dan mendapat bantuan materi secara cuma-cuma.

"Melalui rangkaian program Klinik Bisnis terdapat bimbingan yang diberikan oleh para ahli di bidangnya, meliputi business development, branding, marketing dan finance," paparnya.

Klinik BisnisKlinik Bisnis fokus pengembangan UMKM dari Daerah Foto: Klinik Bisnis

Monica juga menjelaskan, indikator keberhasilan sebuah daerah atau wilayah salah satunya adalah dari sisi ekonomi. Kemudian, pertumbuhan ekonomi akan terlihat dari meningkatnya jumlah entrepreneur yang awalnya bermula dari tingkatan UMKM yang terus berkembang menjadi usaha besar.

"Gerakan UMKM yang memiliki peran penting inilah yang perlu kita berdayakan. Kita bantu mereka dalam mengembangkan usaha, memperluas jaringan dan bantuan dana. Kami Abdul Rasyid Foundation berupaya menjadi penghubung bagi UMKM untuk kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Dia melanjutkan, ciri khas dari Klinik Bisnis adalah para pegiat di dalamnya merupakan milenial asli Kalimantan Tengah, yang berdedikasi untuk bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan tagline Klinik Bisnis, yaitu #darikaltenguntukIndonesia.

"Jadi harapan kami, diangkatan pertama ini sementara baru 25 UMKM yang mendapat bantuan dengan total Rp 250 juta. Kedepan pasti akan terus berkembang. Untuk saat ini program KB baru dimulai dan memang fokus untuk daerah Kalimantan Tengah. Namun ke depan mimpi kami bisa menjangkau ke seluruh wilayah di Indonesia," tuturnya.

Klinik Bisnis#DariKaltengUntukIndonesia Foto: Klinik Bisnis

Sebagai penutup, perempuan yang hobi treking dan lari ini berpesan agar masyarakat tidak hanya fokus dalam pembinaan dan pengembangan UMKM Daerah, melainkan ikut bergerak membantu pejuang UMKM agar bisa kembali bangkit.

"Kita juga harus berjuang untuk mereka yang hari ini hanya untuk bertahan hidup. Dan ini juga salah satu misi terbesar kami yaitu bergerak untuk Kemanusiaan untuk Kebermanfaatan bagi sesama," pungkasnya.

Lihat juga video 'Tips Menampilkan Suatu Produk di Medsos':

[Gambas:Video 20detik]



(ads/ads)